Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Sebanyak 60 orang anggota ACSB (Asean Council for Small Business) Wonogiri antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Securities Crowdfunding Sistem (Layanan Urun Dana) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di STC Pringgondadi, Jumat (24/10/2025). Acara ini bagian penting dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2025 yang bertujuan mendorong literasi dan inklusivitas ekonomi pelaku usaha kecil dan menengah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah FX Pranata, A.P., M.Hum mewakili Bupati Wonogiri, menyebut agenda ini sebagai momentum strategis membangun fondasi ekonomi daerah lewat inovasi dan kemudahan akses keuangan. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar sektor UMKM, yang selama ini menjadi penyumbang 61% pendapatan nasional, semakin kuat dan berdaya saing di tengah tantangan global.

ACSB sebagai wadah pelaku UMKM di Wonogiri berharap informasi program Layanan Urun Dana dari OJK dapat memberi pemahaman menyeluruh soal skema kerjasama pendanaan modern. Skema urun dana ini diharapkan jadi solusi pendanaan yang transparan, aman, dan mendukung kemajuan bisnis anggota ACSB.
Kepala OJK Solo, Eko Haryanto, dalam paparannya menegaskan betapa pentingnya memperluas akses keuangan formal demi menghadirkan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyoroti bahaya lembaga pembiayaan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) yang kerap menjerat pelaku UMKM dengan bunga tinggi dan jeratan utang berkepanjangan.
Ia mengingatkan, OJK telah menerbitkan regulasi ketat dan pengawasan untuk memastikan perlindungan masyarakat dan pelaku UMKM dari maraknya lintah darat berlatar belakang fintech ilegal. “UMKM jangan mudah tergiur pinjol ilegal. Pilihlah lembaga pembiayaan yang resmi dan terdaftar di OJK,” tegas Eko.
Rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2025 ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat 24 Oktober hingga 26 Oktober 2025. Selama pelatihan, para pelaku UMKM mendapatkan wawasan praktis mengenai alternatif pendanaan, tata cara mengajukan urun dana, serta tips cerdas menghindari tawaran kredit bermasalah.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dan tanya jawab yang interaktif selama sesi berlangsung. Diharapkan, dengan bertambahnya pengetahuan akan hak dan keamanan akses keuangan, UMKM Wonogiri makin berani berkembang dan memanfaatkan skema pendanaan digital untuk pertumbuhan usaha.







Komentar