Unik Juga, Mie Ayam Portugal tapi Penjualnya Orang Wonogiri

Porsi Tukang Gali tapi Bukan Pelecehan terhadap Kuli

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Mie ayam dan bakso merupakan dua hidangan khas Indonesia yang lebih banyak dipopulerkan masyarakat Wonogiri.

Buktinya, Bakso dan Mie Ayam Wonogiri sangat terkenal, bahkan sudah menjadi brand para pedagang terutama di perantauan, meskipun penjualnya bukan berasal dari Wonogiri.

Nah, . . .yang akan kita ceritakan di sini adalah warung mie ayam di Wonogiri sendiri yang justru memberi nama warungnya “Mie Ayam Portugal”, mirip nama negara di Eropa.

Tapi jangan salah! Warung tenda sederhana yang terletak di Kampung Jatibedug, Kelurahan Purworejo, Kota Wonogiri ini milik Satino, asli Wonogiri, bukan orang Portugal.

Usut punya usut, Portugal itu merupakan akronim dari Porsi Tukang Gali. Maksud Satino, porsi mie ayam buatannya lebih banyak dari porsi warung mie lainnya.

Tapi itu hanya strategi promosi biar warungnya laris dan customer puas setelah mengunjungi warungnya, bukan bermaksud melecehkan pekerjaan kuli.

Bukan hanya porsi besar yang ditawarkan. Mie Portugal Satino ini juga terkenal dengan cita rasanya yang membuat semakin banyak pelangganya.

Satino mengaku telah mengeluti usaha kuliner tersebut sejak tahun 1992. Ia memulai usahanya dengan sangat sederhana, berawal saat merantau ke Jakarta menjadi karyawan di salah satu warung mi ayam yang lumayan laris.

Ketika sudah menguasai cara membuat mie ayam yang enak, iapun kembali ke tanah kelahiran untuk membangun usaha sendiri. Diapun berjualan mie ayam keliling menggunakan gerobag dorong dari kampung ke kampung.

“Awal saya berjualan disini, harga mie ayam satu mangkok hanya dua ratus perak dan sekarang jadi dua belas ribu rupiah, lima belas ribu sudah lengkap dengan es tehnya,” terang Satino.

Dia bercerita nama Portugal sendiri muncul secara tidak sengaja. Mulanya banyak orang heran karena melihat ukuran porsi mi ayam yang disajikan lebih besar dari mi ayam pada umumnya.

 

“Ini dinamakan Mi Ayam Portugal saja Pak, porsi tukang gali,” ucap salah satu pelanggan Satino kala itu.

Dari situlah istilah Porsi Tukang Gali yang disingkat menjadi Portugal, kini menjadi nama resmi  warung mi ayam Satino. Mi Ayam Portugal Mas Satino memang mempunyai daya tarik tersendiri. Seporsi mi ayam jumbo disajikan lengkap topping ayam potongan besar, sayur segar serta kuah kaldu gurih kaya rempah yang mengugah selera.

“Kalau resep ya saya bikin enak mas agar beda dengan yang lain karena disini lebih banyak menggunakan rempah makanya rasanya lebih kuat” katanya.

Lebih dari tiga dekade telah ia habiskan untuk berjualan mi ayam Portugal. Perjalanan usaha yang ia lalui tidak selalu mulus. Susah, senang dan tantangan tentunya telah banyak Satino temui dalam mempertahankan usahanya.

“Ya kalau susahnya, namanya orang berjualan kalau pas sepi ya sepi, dan kalau senangnya ya dagangan habis, banyak kenalan dan banyak pelanggan,” ucapnya.

Kini usaha mi ayam Portugal Satino banyak memiliki pelanggan tetap dan setia. Banyak dari mereka yang awalnya coba-coba, kini telah menjadi pelanggan rutin.

Ia juga menceritakan banyak pegawai pabrik yang membeli mie ayamnya. Bahkan berkat promosi yang dilakukan salah satu influencer lokal ia mengaku kini pelanggan mi ayamnya menjadi bertambah.

“Kalau mau membuat usaha harus berhati-hati, nggak usah macam-macam dan jangan pakai dukun. Kita harus berangkat dengan Bismillah dan kalau dagangan habis ya alhamdulillah, yang penting selalu jujur dan tidak aneh-aneh,” tandas Satino. (Sandi Dwi Y/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *