Wagub Jateng Serahkan Bisarah APBD kepada 22 Penghafal Quran di Lasem

Komitmen Pemprov Jateng Dukung Pendidikan Tahfidz dengan Alokasi APBD Khusus

BeritaWonogiri.com [REMBANG] – Sebanyak 22 penghafal Quran menerima penghargaan (bisarah) langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Haflah XI Khotmil Quran wal Kutub Pondok Pesantren Kauman, Lasem, Rembang, Minggu (4/1/2026). Penghargaan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin).

Gus Yasin hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi untuk memberikan apresiasi dan dukungan nyata kepada para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan kitab suci. Pemberian bisarah ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam mendorong dan menghargai prestasi di bidang pendidikan agama.

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengungkapkan bahwa pemberian bisarah ini tetap menjadi prioritas meskipun kondisi anggaran tidak selalu mudah. “Meskipun APBD tahun ini berkurang, alhamdulillah Pemprov tetap dapat mengalokasikan bisarah sebagai hadiah untuk para penghafal ini,” ujar Gus Yasin di hadapan ratusan santri, orang tua, dan undangan.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pemberian materi, tetapi simbol dukungan negara terhadap upaya penguatan spiritualitas dan intelektual generasi muda. Harapannya, penghargaan ini membawa keberkahan bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Gus Yasin juga memberikan motivasi khusus bagi para santri penerima penghargaan. Ia mengingatkan agar pencapaian menghafal Quran tidak membuat mereka berpuas diri, mengingat Indonesia memberikan ruang dan kemudahan belajar yang luar biasa.

“Teruslah belajar dan menjaga hafalannya, misalnya dengan meneruskan sanad S1. Apalagi katanya di sini juga akan dibuka S2,” pesan Gus Yasin, menyiratkan dukungan terhadap pengembangan jenjang pendidikan tahfidz yang lebih tinggi di pesantren tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjadi angin segar bagi pengembangan pendidikan agama yang lebih terstruktur dan berjenjang.

Penghargaan yang diberikan berupa tali asih senilai satu juta rupiah per orang. Kebijakan ini merupakan komitmen tetap dari kepemimpinan Gubernur-Wagub Jateng, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, untuk memberikan apresiasi kepada warga Jawa Tengah yang mampu menunjukkan kemahiran menghafal kitab suci agamanya masing-masing.

Capaian program ini cukup signifikan. Kepala Dinas terkait menyebutkan bahwa selama tahun 2025, program bisarah telah menjangkau 1.041 santri penghafal Quran se-Jawa Tengah. Untuk mendukung program ini, Pemprov Jateng mengalokasikan dana lebih dari Rp 1 miliar pada tahun anggaran 2025 lalu.

Haflah XI di Ponpes Kauman Lasem yang dipimpin oleh KH M Zaini Ahmad Ma’shum ini disambut meriah. Sebanyak 321 santri terlibat dalam acara tersebut, yang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, serta para habaib dan ulama terkemuka dari berbagai daerah.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan dukungan yang luas dari berbagai elemen bangsa terhadap pendidikan pesantren dan pembinaan penghafal Quran. Acara ini bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat jaringan dan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun generasi qurani yang unggul. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *