2 Tahun Berlalu, Warga Sendangmulyo Pertanyakan Sertifikat Program PTSL

BeritaWonogiri.com [TIRTOMOYO] – Warga Dusun Ngledok, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri mempertanyakan sertifikat. Mereka sudah membayar dan diberi kuitansi senilai Rp400.000 tertanggal April 2022.

Sehingga sudah berlangsung dua tahun terakhir. Sebagian pemilik sertifikat sudah meminta kembali uang dan sertifikatnya. Pernyataan itu disampaikan Ratman, Kimun dan Sumadi, Jumat, 6 Desember 2024.

Mereka menyatakan permintaan warga agar sertifikat segerakan diselesaikan. “Sebagian warga sudah meminta kembali uang pendaftaran untuk membelikan susu anaknya. Namun, kami belum meminta uang [pendaftaran] itu,” ujar Ratman diiyakan dua rekannya.

Baca juga: Lebih 117 Juta Bidang Tanah Terdaftar, Menteri AHY Tetap Fokus Kejar Target PTSL, Hadirkan Kepastian Hukum Bagi Masyarakat

Lebih lanjut ketiga bercerita program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) berlangsung pada 2022. Sesuai kuitansi yang diterimanya, PTSL pada April 2022. Sebagian sertifikat sudah diambil pemilik sebagian lagi belum, terutama Dusun Ngledok.

Kuitansi ditulis nominal pendaftaran senilai Rp400.000 berikut rincian penggunaan dana tersebut. “Delapan sertifikat keluarga Mbah Kiyem belum jadi semua,” ujarnya.

Kuitansi ditandatangani Ketua Pokmas, Giyanto. Ketiganya mengaku sudah menemui Giyanto dan mendapatkan informasi kalau Giyanto tidak pernah menandatangani kuitansi tersebut.

Ketiganya mengatakan jika sertifikat program prona sudah jadi. “Kalau penyertifikatana tanah dari leter C ke sertifikat, sudah jadi,” ujarnya.

Terpisah, Giyanto ditelepon mengaku dirinya hanya ditunjuk. “Uang semestinya dibayarkan ke bendahara dan saya tidak pernah menerima uang pendaftaran PTSL,” ujarnya.

Giyanto menjelaskan tandatangan di kuitansi bukan tanda tangan basah dirinya. “Saya tidak tiidak tahu pengurus Pokmas itu siapa saja. Yang jelas tanda tangan di kuitansi itu bukan saya,” tegasnya.

Terpisah Camat Tirtomoyo era 2022, Dwi Martanto saat mengkonfirmasi lewat telepon menyatakan tidak tahu. Dia menyatakan program PTSL langsung ke desa. (Agus Karim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *