Fogging Fokus Bulusari: Warga Wonogiri Perangi DBD Secara Mandiri

RT 02/05 Gelar Fogging 29 Maret 2025 untuk Basmi Nyamuk DBD

BeritaWonogiri [WONOGIRI] – Maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menyebabkan banyak warga dirawat di rumah sakit memicu aksi nyata dari Pengurus RT 02/05 Bulusari, Bulusulur, Wonogiri, Jawa Tengah. Mereka secara mandiri menggelar Fogging Fokus untuk membasmi nyamuk dewasa penyebab DBD, Aedes aegypti, sekaligus memutus rantai penularan di wilayah tersebut. Kegiatan ini dijadwalkan pada Sabtu, 29 Maret 2025, menyasar seluruh rumah dan lingkungan di RT 02/05 Bulusari, dengan harapan dapat menekan angka kasus yang terus meningkat.

Pelaksanaan Fogging Fokus ini didasarkan pada syarat ketat, yakni adanya hasil positif dari Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang mengindikasikan kasus DBD di wilayah tersebut. Selain itu, ditemukan penderita DBD lain atau gejala demam mencurigakan, serta keberadaan jentik nyamuk di area terjangkit. Fogging akan dilakukan pada jam aktivitas puncak nyamuk, yaitu pukul 07.00–10.00 pagi dan 16.00–18.00 sore, saat cuaca mendukung—tanpa hujan, angin kencang, atau terik matahari—agar efektivitasnya maksimal.

Sekretaris RT 02/05 Bulusari, Anggoro Joko Sulistyo, S.E., turut mendampingi tim fogging untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar di setiap rumah warga. “Kami berkomitmen melindungi warga dari DBD. Fogging ini akan menjangkau dalam dan luar rumah untuk hasil optimal,” ungkapnya. Kegiatan ini dirancang menyeluruh, mencakup seluruh area di RT 02/05, sebagai bentuk tanggap darurat terhadap ancaman kesehatan yang kian serius di Bulusulur.

Baca juga: Danramil Manyaran Bersama Forkopincam Turun Lakukan PSN

Namun, fogging saja tidak cukup untuk mengatasi DBD secara tuntas. Pengurus RT juga mengimbau warga untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), seperti menguras tempat air dan menutup genangan, guna mencegah perkembangbiakan jentik. Dengan kolaborasi antara warga dan pengurus, Fogging Fokus ini diharapkan menjadi langkah awal menuju wilayah bebas DBD. Inisiatif mandiri ini patut menjadi contoh bagi komunitas lain di Wonogiri. (Tri Wahyudi/PNN)

Komentar