Jaga Jawa Tengah Kondusif, Polda Imbau Aksi Demo Tertib dan Damai

Kabid Humas Polda Jateng tekankan Polri siap kawal aksi damai, tapi tindak tegas anarkisme.

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengimbau masyarakat yang akan menyampaikan pendapat di muka umum agar tetap mematuhi aturan dan hukum yang berlaku. Imbauan ini menyusul adanya aksi anarkis yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah pada akhir Agustus lalu.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin oleh UUD 1945 serta UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Namun dalam pelaksanaannya tetap harus mengindahkan aturan hukum agar tidak mengganggu keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat luas,” ujar Kombes Pol Artanto saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (3/9/2025).

Ia menambahkan, Polri bukanlah penghalang bagi masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasi. Justru, polisi hadir sebagai mediator dan pengawal proses demokrasi. “Kami menghormati dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara santun, damai, dan saling menghargai. Dengan begitu, pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik tanpa menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Meski demikian, Polda Jateng memastikan akan bersikap tegas terhadap aksi anarkis yang menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan mengganggu ketertiban masyarakat. Terlebih, aksi anarkis yang terjadi beberapa waktu lalu disebut tidak ada kaitannya dengan unjuk rasa mahasiswa maupun masyarakat.

Yang lebih memprihatinkan, mayoritas pelaku anarkis adalah anak di bawah umur. Contohnya saat penyerangan Mapolda Jateng pada 29–30 Agustus 2025. Aksi itu murni tindakan anarkis dan tidak ada kaitannya dengan aksi unjuk rasa sebelumnya,” jelas Artanto.

Ia menyebut, aksi anarkis tersebut justru mencoreng semangat demokrasi yang sebelumnya telah berjalan tertib dan damai. Oleh karena itu, Polda Jateng mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan mengedepankan cara-cara bermartabat dalam menyampaikan aspirasi.

Kami himbau masyarakat menjaga semangat demokrasi secara positif. Sampaikan aspirasi dengan damai, karena suara yang disampaikan tanpa kekerasan akan lebih mudah diterima. Mari bersama menjaga Jawa Tengah tetap aman dan tenteram,” pungkasnya.(*)

Komentar