Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Iklim usaha dan investasi di Jawa Tengah semakin diakui pelaku industri sebagai yang terdepan dalam memberikan kemudahan dan rasa aman bagi pengusaha. Apresiasi tersebut disampaikan Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) Jawa Tengah usai melakukan audiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (16/10/2025).
Ketua Perpit Jateng, Siek Siang Yung (Ayung), mengungkapkan kemudahan perizinan serta jaminan keamanan dan kenyamanan usaha di Jawa Tengah sangat terasa bagi pelaku industri. Menurutnya, proses perizinan saat ini jauh lebih baik, cepat, tanpa pungli dan premanisme yang selama ini dikeluhkan sebagian pengusaha.

Ayung berharap dukungan pemerintah provinsi serta bupati/wali kota tetap berlanjut, terutama dalam penambahan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di berbagai daerah. Hal ini dinilai mampu memacu pertumbuhan bisnis dan serapan tenaga kerja di Jawa Tengah.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah untuk memberi jaminan kemudahan investasi, keamanan, dan kondusivitas wilayah. Upaya ini ditempuh dengan penerapan sistem perizinan terpadu satu pintu, pengawasan ketat terhadap pungli dan premanisme, serta menjaga stabilitas wilayah dari potensi konflik.
Jawa Tengah telah menjadi magnet investasi nasional, dengan realisasi investasi semester I 2025 menembus Rp45,58 triliun atau lebih dari separuh target setahun penuh, dan penyerapan tenaga kerja baru tertinggi di Pulau Jawa, yakni mencapai 222.373 orang. Investasi paling dominan berasal dari investor asing, sementara pelaku usaha lokal pun mendapat akses yang semakin mudah.
Keunggulan tenaga kerja kompetitif dibandingkan provinsi lain juga menjadi jaminan kenyamanan investasi. Dukungan infrastruktur, daya saing kawasan industri, serta aglomerasi ekonomi di Solo Raya, Semarang, Pati, dan Pekalongan makin memperkuat posisi Jateng sebagai destinasi unggulan investasi nasional.
Selain penambahan kawasan industri, kemudahan ekspor-impor, dan kolaborasi lintas sektor, Pemprov Jateng aktif mendukung pelaku usaha dari segala kalangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Gubernur terus mengawal terobosan regulasi agar investasi tetap tumbuh dan ekonomi daerah makin maju.
Ke depan, sinergi pengusaha, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan industri, memperluas penciptaan lapangan kerja, serta menjaga reputasi Jawa Tengah sebagai provinsi ramah investasi dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.(*)






