445 Ribu Kasus Kekerasan Perempuan 2024, Siswa Jateng Diajak Bergerak

Nawal Arafah Yasin ajak ratusan siswa SMAN 2 Semarang jadi pejuang HAM untuk lawan bullying dan kekerasan di sekolah.

BeritaWonogiri.com [REMBANG] – Ketua BKOW Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak ratusan siswa SMAN 2 Semarang untuk berani menjadi pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan sekolah masing-masing. Ajakan itu disampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar di SMAN 2 Semarang, Selasa (25/11/2025).

Dalam sambutannya, Nawal menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya bullying dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Komnas Perempuan sepanjang 2024, tercatat 445.502 kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk yang terjadi di sekolah. Sementara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 2.057 kasus kekerasan terhadap anak, sebagian besar juga di lingkungan pendidikan.

Ratusan siswa SMAN 2 Semarang dapat penguatan literasi HAM. (Foto: Syahidan)

“Ini salah satu hal yang mestinya kita respon untuk kita hadir di sekolah-sekolah, mengenalkan hak asasi manusia itu perlu kita pahami. Kita perlu edukasi pelajar untuk bisa memperjuangkan hak asasi,” tegas Nawal Arafah Yasin seusai acara.

Data Kekerasan Anak dan Perempuan 2024–2025

Komnas Perempuan mencatat tren kekerasan terhadap perempuan terus meningkat, sementara KPAI melaporkan hingga Oktober 2025 sudah ada 1.838 pengaduan kekerasan anak, 38% di antaranya terjadi di satuan pendidikan. Fenomena ini diperparah dengan keterlibatan pelajar dalam aksi anarkisme pada 29 Agustus 2025 lalu di beberapa kota di Jawa Tengah.

Harapan Gubernur dan Wagub Jateng

Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, satuan pendidikan diminta aktif membina siswa agar tidak terlibat dalam aksi yang mengganggu kondusivitas wilayah. Nawal menegaskan, pemahaman HAM menjadi kunci mencegah ekstremisme, bullying, dan kekerasan.

“Sehingga kekerasan, ekstremisme, dan aksi-aksi bullying itu perlu adanya respon tentang pemahaman HAM bagi pelajar ini,” ujar istri Wakil Gubernur Taj Yasin tersebut.

Kolaborasi dengan Genre dan PIK Remaja

BKOW Jateng menggandeng Forum Genre serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) untuk menyosialisasikan pencegahan bullying, edukasi kesehatan reproduksi, dan anti narkoba.

“Ini akan kemudian menyosialisasikan dan mengedukasi bukan hanya anti bullying, tapi juga tentang edukasi yang lain terkait reproduksi, anti narkoba, dan sebagainya,” tambah Nawal.

Apresiasi untuk SMAN 2 Semarang

Nawal mengapresiasi SMAN 2 Semarang yang telah membentuk Duta Anti Kekerasan dan Duta Literasi. Ia berharap nilai-nilai HAM tidak hanya dipahami, tetapi juga diinternalisasi menjadi sikap sehari-hari.

Kepala SMAN 2 Semarang, Dian Milasari, menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya terus menanamkan sikap RRC (Respect, Responsibility, Confident) kepada siswa.

“Melalui kegiatan ini siswa diharapkan dapat menumbuhkan empati, kecerdasan sosial, dan keberanian, untuk menjadi generasi kritis namun juga tetap santun,” ujar Dian.

Hingga berita ini diturunkan, BKOW Jateng berencana menggelar kegiatan serupa di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah pada 2026, dengan target 500 sekolah menjadi “Sekolah Ramah HAM”.

Komentar