Let’s Explore Giritontro! Tujuh Potensi Wisata Siap Bangkit dari Mangkrak

Giritontro Menuju Babak Baru Pariwisata

BeritaWonogiri.com [GIRITONTRO] – Harapan baru bagi potensi wisata Giritontro mulai menyala. Camat Giritontro bersama Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) Wonogiri melakukan peninjauan langsung ke tujuh destinasi wisata yang selama ini terbengkalai, Senin (25/1/2026). Langkah ini menjadi sinyal kuat kebangkitan pariwisata lokal yang siap “bangun dari tidur panjang”.

Mengusung tajuk “Let’s Explore Giritontro”, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan simbolik. Peninjauan lapangan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memetakan kembali potensi wisata Giritontro agar mampu menjadi magnet baru wisatawan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat desa.

Rombongan memulai kegiatan dari Pendopo Kecamatan Giritontro. Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, memimpin langsung penyisiran potensi wisata dari desa ke desa bersama para mahasiswa Imapres wilayah Giritontro.

Kehadiran generasi muda dalam agenda ini menjadi nilai tambah penting. Selain tenaga dan gagasan segar, mahasiswa diharapkan membawa sudut pandang kreatif yang relevan dengan tren wisata masa kini, terutama wisata berbasis alam dan konten digital.

Sebanyak tujuh titik wisata menjadi fokus eksplorasi dan rencana pengembangan. Masing-masing memiliki karakter unik dan peluang besar untuk dikembangkan.

  1. Blumbang Tombo Galau (Desa Pucanganom)
    Potensi sumber air unik yang berpeluang dikembangkan sebagai wisata alam edukatif.

  2. Wadung Sengon (Kelurahan Giritontro)
    Infrastruktur lama yang membutuhkan sentuhan revitalisasi agar kembali menarik.

  3. Goa Ngantap (Kelurahan Bayemharjo)
    Keindahan stalaktit dan stalagmit tersembunyi yang cocok untuk wisata minat khusus.

  4. Ampiran Plareng (Desa Tlogoharjo)
    Lanskap alam terbuka yang potensial sebagai lokasi bersantai dan wisata keluarga.

  5. Giribelah Lantai 2 (Desa Jatirejo)
    Spot pandang dari ketinggian yang estetik, ideal untuk foto, camping, dan wisata minat milenial.

  6. Goa Genthong (Desa Ngargoharjo)
    Kaya nilai sejarah dan keunikan geologi yang siap digarap lebih serius.

  7. Embung Buwong (Desa Tlogosari)
    Area perairan yang berpeluang dikembangkan menjadi wisata keluarga dan edukasi.

Camat Sangga mengakui, kekayaan alam Giritontro luar biasa, namun belum tergarap maksimal. Tak sedikit lokasi wisata yang selama ini terkesan mangkrak dan luput dari perhatian publik.

“Harapan kami, dengan adanya tinjauan langsung bersama rekan-rekan mahasiswa dari Imapres ini, kita bisa merumuskan langkah terbaik untuk membangkitkan kembali tempat-tempat wisata tersebut,” ujar Sangga, dikutip dari wonogirikab.go.id, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, Giritontro harus memiliki ikon wisata unggulan yang mampu mengangkat citra daerah dan menarik kunjungan wisatawan dari berbagai wilayah.

Keterlibatan Imapres Wonogiri bukan tanpa alasan. Generasi muda dinilai memiliki kepekaan terhadap tren wisata digital, pemasaran media sosial, hingga pengemasan destinasi agar lebih menarik dan “viral”.

Mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan ide kreatif, mulai dari:

  • Konsep pengembangan fasilitas wisata

  • Penataan spot foto yang instagramable

  • Strategi promosi digital berbasis media sosial

  • Branding destinasi wisata Giritontro

Dengan pendekatan ini, potensi wisata Giritontro diharapkan bisa go public dan dikenal lebih luas, tak hanya di Wonogiri, tetapi juga di luar daerah.

Lebih jauh, Sangga menegaskan bahwa revitalisasi pariwisata bukan semata soal memperbaiki fisik lokasi wisata.

“Revitalisasi ini bukan sekadar tentang perbaikan fisik, melainkan upaya untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat setempat,” imbuh Sangga.

Dengan hidupnya kembali sektor wisata, peluang lapangan kerja baru diyakini akan terbuka. Mulai dari UMKM, jasa parkir, pemandu wisata, hingga sektor ekonomi kreatif lainnya yang berbasis potensi lokal.

Langkah awal melalui program “Let’s Explore Giritontro” ini menjadi fondasi penting menuju kebangkitan pariwisata kecamatan. Dengan kolaborasi pemerintah dan generasi muda, Giritontro optimistis mampu menjelma menjadi destinasi wisata alam unggulan Wonogiri.

Jika dikelola konsisten dan berkelanjutan, tujuh titik wisata ini berpeluang besar menjadi ikon baru yang bukan hanya indah, tetapi juga menyejahterakan masyarakat. (Wulan Eka Handayani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *