BeritaWonogiri.com [KARANGANYAR] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong evaluasi secara berkala pada setiap penyelenggaraan kegiatan pariwisata olahraga (sport tourism). Mengapa evaluasi dinilai penting? Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa hal ini krusial untuk meningkatkan kualitas event dan menjadikan olahraga sebagai instrumen penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri Siksorogo Lawu Ultra 2025 di Tawangmangu, Karanganyar.
Mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sekda Sumarno menjelaskan bahwa event olahraga seperti lari memiliki daya tarik besar untuk mendatangkan wisatawan dari luar daerah. Namun, keberhasilan itu harus terus dijaga dengan perbaikan berkelanjutan.
“Sesuatu pasti harus ada perbaikan. Ya, menurut kita baik, belum tentu menurut orang baik. Makanya harus meminta masukan dari masyarakat, dari semua stakeholder. Apa yang masih kurang?” tegas Sumarno.
Ia memberikan contoh konkret mengenai pentingnya keselamatan peserta, seperti penempatan marshal di titik-titik rawan persilangan antara pelari dan kendaraan umum. Menurutnya, penyelenggaraan Siksorogo Lawu Ultra 2025 tahun ini sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Event yang diselenggarakan selama dua hari (6-7 Desember 2025) ini berhasil menarik hampir 6.000 peserta. Kategori 30 kilometer menjadi yang paling populer dengan 1.600 pelari. Enam kategori yang dipertandingkan, mulai dari 7 km hingga 120 km, berhasil “memanjakan” para runner dengan pemandangan alam Gunung Lawu.
“Alhamdulillah untuk penyelenggaraan tahun 2025 ini menurut pengamatan saya jauh lebih baik dibanding tahun 2024 kemarin. Mudah-mudahan ini menjadi trigger untuk wisata di Jawa Tengah ya,” ujar Sumarno.
Dampak ekonomi langsung terasa. Chandra Ashiddiq (35), peserta asal Surakarta, mengaku bertemu dengan pelari dari berbagai daerah, termasuk Makassar. “Euforianya masyarakat yang hadir tampak jelas untuk perkembangan sektor perekonomian. Melalui event itu banyak sekali tempat-tempat wisata dan juga penginapan-penginapan termasuk homestay penuh,” katanya.
Sekda Sumarno membeberkan beberapa poin penting dalam evaluasi event sport tourism. Pertama dan utama adalah keselamatan peserta. Selanjutnya adalah pelibatan masyarakat lokal, seperti cheering atau sorak-sorai pendukung yang dapat menebarkan energi positif dan kesan mendalam bagi peserta.
Pelibatan masyarakat ini tidak hanya menciptakan atmosfer yang meriah, tetapi juga mendistribusikan manfaat ekonomi langsung ke tingkat akar rumput, seperti penjualan makanan, minuman, dan cendera mata.
Dengan pendekatan evaluatif yang melibatkan semua pemangku kepentingan, sport tourism di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi event seremonial, tetapi berkembang menjadi produk pariwisata unggulan yang berkualitas, aman, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.(*)






