Aksi Kapolres Wonogiri: Turun ke Lapangan Cek Jembatan Rusak, Solusi Segera Dijalankan

Turun langsung mengecek kondisi kritis Jembatan Dungtemu dan Dungwot, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo koordinasi dengan Dinas PU untuk percepat perbaikan akses vital warga.

BeritaWonogiri.com [PRACIMANTORO] – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Wonogiri menyusul instruksi Kapolri untuk berkontribusi menangani infrastruktur publik. Kamis (4/12/2025), Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. memimpin pengecekan langsung dua jembatan penting di Kabupaten Wonogiri yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wonogiri, Bina Marga, Forkopimcam, dan perangkat desa. Turun ke lapangan, Kapolres melihat langsung sejauh mana kerusakan dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Diskusi intensif antara Kapolres Wahyu Sulistyo (kanan) dan Kepala Dinas PU Wonogiri Ir. Prihadi Aryanto (kiri) di lokasi jembatan rusak. (Foto: Humas Polres Wonogiri)

Jembatan Dungtemu: Lantai Lapuk, Rangka Besi Tinggal 25% Layak

Lokasi pertama yang ditinjau adalah Jembatan Dungtemu di Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro. Jembatan sepanjang 21 meter ini menghubungkan dua dusun dan menjadi akses utama bagi 120 Kepala Keluarga (KK), termasuk 80 anak sekolah dan sekitar 200 warga petani.

Fakta di lapangan mengejutkan. 75% bagian jembatan rusak, terutama lantai kayu glugu yang telah lapuk. Rangka besi penyangganya pun hanya tersisa 25% yang masih layak pakai. Jembatan ini bahkan memiliki riwayat buruk, pernah hanyut diterjang banjir pada 2017 dan 2021.

“Kami sepakat akan melakukan perbaikan 75% bagian yang rusak, sambil tetap mempertahankan akses bagi pejalan kaki dan sepeda motor warga,” jelas Kapolres usai berkoordinasi dengan Kepala Dinas PU, Ir. Prihadi Aryanto, M.T.

Jembatan Dungwot: Talut Ambrol, Ancaman bagi Mobilitas Antar-Kecamatan

Pengecekan kedua dilakukan di Jembatan Dungwot di Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi. Jembatan ini adalah jalur alternatif penghubung tiga kecamatan. Meski masih bisa dilalui, kerusakan pada talut (dinding penahan) pondasi kanan-kiri yang ambrol sekitar 1,5 meter sejak 2023 mengancam kelancaran arus lalu lintas, ekonomi, dan pendidikan.

“Kerusakan infrastruktur bukan hanya masalah teknis, tetapi menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kami siap mendukung penuh agar proses perbaikan dapat berjalan cepat dan efektif,” tegas Kapolres Wahyu Sulistyo.

Perbaikan Pasti Dijalankan Awal 2026

Hasil koordinasi intensif antara Polres dan Dinas PU menghasilkan keputusan konkret. Kedua jembatan yang merupakan kewenangan Kabupaten ini akan diperbaiki pada awal Tahun 2026 menggunakan dana APBD Wonogiri.

Kapolres juga menegaskan kesiapan personel Polri dan TNI untuk turun membantu jika dibutuhkan, guna mempercepat proses rehabilitasi. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memastikan akses yang aman bagi masyarakat.(*)

Komentar