BeritaWonogiri.com [SOLO] – Diketahui bahwa warga Muhammadiyah terkenal banyak yang kritis dan vokal menyuarakan berbagai hal di manapun. Tak terkecuali hal ini juga dilakukan warga Muhammadiyah kepada pasangan calon Presiden (capres) dan calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Anies dan Muhaimin yang hadir pada Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Karangasem, Laweyan, Solo, Jateng, Rabu, 22 November 2023 mendadak mendapat pertanyaan kritis.
Salah seorang peserta dialog menanyakan apakah pasangan capres dan cawapres yang biasa disebut Amin ini jika terpilih akan mengangkat menteri dari Muhammadiyah?
Baca juga: Kader Muhammadiyah Tidak Amalkan Nilai-Nilai Islam Dan Prinsip Persyarikatan, Slentik
“Ini pertanyaan singkat tapi konkrit ya,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti yang memandu acara disambut tertawa riuh ribuan peserta dialog yang hadir di Edutorium berkapasitas 8.000-10.000 orang ini kemarin siang.
Mendapat pertanyaan ini Anies tak langsung menjawab fokus pertanyaan. Dia balik melontarkan pertanyaan menggelitik kepada audiens yang penuh sesak di Edutorium.
“Pertanyaan selanjutnya apakah Pak Mu’ti masuk dalam daftarnya? Ya Pak Haedar ya? Wong Pak Jokowi aja memberikan tempat apalagi kita,” ujar Anies berkelakar sambil menyinggung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang hadir juga disambut tepuk tangan dan tawa riuh ribuan peserta dialog yang hadir.

Mu’ti yang jadi moderator langsung merespons janji Anies. “Baik terima kasih jadi konkrit ya, Insya Allah kalau Pak Anies dan Cak Imin jadi presiden dan wakil presiden akan ada menteri yang dari Muhammadiyah,” kata Mu’ti.
Muhaimin menambahkan setiap periode kepemimpinan nasional sepertinya tidak akan berani meninggalkan menteri dari Muhammadiyah. “Apalagi kami berdua, pasti akan kita angkat [menteri dari Muhammadiyah],” tegas Cak Imin disambut gemuruh tepuk tangan ribuan hadirin.
Acara yang digelar dihadiri ribuan pengunjung antara lain terdiri atas para pemilih pemula yaitu pelajar sekolah lanjutan atas kelas III sekolah Muhammmadiyah, dosen dan karyawan UMS, anggota Muhammadiyah se-Solo Raya dan sebagainya.
Pada dialog tersebut juga ada momen menarik, Anies dan Cak Imin menerima kartu tanda anggota (KTA) Muhammadiyah. Penyerahan KTA dilakukan sesaat setelah pasangan calon mengikuti dialog.
KTA ini langsung diserahkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir disaksikan ribuan warga Muhammadiyah yang menghadiri acara di Edutorium UMS. Menurut Haedar pemberian KTA ini bukan berarti dukungan terhadap Amin.
Sebab selama ini Muhammadiyah diklaim sebagai organisasi massa (Ormas) yang tidak berpolitik praktis. “Muhammadiyah dikenal sebagai ormas non politik praktis. [Muhammadiyah] tidak dalam kapasitas dukung-mendukung. Yang dukung-mendukung itu partai politik,” papar dia.
Dalam hal ini, kata Haedar, Muhammadiyah hanya membuka ruang bagi masyarakat umum secara dialogis dan elegan untuk memahami sosok yang akan mereka pilih. Tetapi dia menilai pasangan Anies-Cak Imin ini sebagai salah satu aset bangsa Indonesia.
Kendati demikian Haedar berharap Allah melimpahkan rahmat kepada pasangan ini. “Gus Imin dan Mas Anies ini bagian dari aset strategis bangsa Indonesia,” tegas dia. (Iskandar)






