BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Anggota Trah Manunggal mengadakan silaturahim sekaligus ulang tahun (ultah) ke-24 di rumah Sutardi, Dusun Tulakan RT 03 EW 03, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu, 12 Mei 2024.
Keberadaan trah atau perkumpulan sekelompok insan yang saling memiliki alur hubungan kekerabatan satu sama lain. Trah adalah sebagai ajang menjalin hubungan dan mempererat tali silaturahmi yang sangat tepat jika terus dilestarikan.
Tujuannta, agar hubungan kekeluargaan jangan sampai putus karena anggota keluarga tidak memahami silsilah keluarga apabila putus hubungan.
Baca juga: Cara Mengakrabkan Anggota Ala Trah Trunosemitan Dan Martodiwiryan Wonogiri
Sesepuh paguyuban Sardiyatmo yang diwakili Drs H Sularno menyatakan, anggota wajib mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita, baik berupa kesehatan, juga rezeki yang telah diterima.
“Mari kita berhati-hati dalam mengatur ekonomi, jangan boros, jangan terpancing dengan saudara atau tetangga yang hidupnya serba mewah, karena memenej pengeluaran dengan tujuan kita hidup sederhana, berhenti hidup boros,” ujar Sularno.
Terlepas dari bulan syawal dalam pertemuan tetap diadakan ikrar yang diucapkan bersama-sama sebagai wujud saling memohon dan memberi maaf, kemudian disisipkan tausyiah yang disampaikan Warjiyanto.

Dia menyampaikan, dalam QS Ali Imron 133- 134 yang artinya “Dan bersegeralah kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang diperuntukkan bagi orang orang yang bertaqwa. Orang-orang yang bertaqwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya diwaktu lapang maupun sempit, dan menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang berbuat kebaikan,” jelasnya.
Sebelum potong tumpeng, Begug SW, menceritakan terbentuknya trah Kariyoredjo – Parinem, dirintis mulai tahun 2000. Menurutnya pertemuan sebagai alat disampaikan melalui surat undangan tertulis teruntuk cucu-cucu, namun setelah berjalan beberapa tahun mengalami kemajuan dengan adanya handphone sehingga dalam pertemuan cukup pemberitahuan di grub dan anggotapun mulai bertambah dari buyut.
Perayaan ultah ke-24 ditandai pemotongan tumpeng dari sesepuh paguyuban Sardiyatmo diserahkan kepada generasi muda (buyut), Sofyan AR dan Sdri Anggraini Puspitasari, SH. (Begug SW)







Komentar