Beritawonogiri.com [NGADIROJO] – Dinas Pertanian (Dipertan) Kabupaten Wonogiri menerima kunjungan monitoring dan evaluasi dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran pada Rabu (22/10/2025) di Kecamatan Ngadirojo, menandai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak kambing di daerah tersebut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas kerja sama yang telah terjalin antara Dipertan Wonogiri dan BIB Ungaran.
Kepala UPTD Puskeswan dan Inseminasi Buatan, Prapto Utomo, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) yang dilakukan para petugas inseminator. “Kita lakukan kunjungan ke peternak kambing bersama petugas BIB Ungaran, lalu petugas akan mengukur hasil IB kambing yang sudah lahir. Hasil pengukuran itu nanti dibandingkan dan disimpulkan apakah hasil IB berhasil atau tidak,” paparnya.
Sinergi antar lembaga pemerintahan terus diupayakan guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan, khususnya sebagai suplai protein hewani di Kabupaten Wonogiri. Prapto berharap kerja sama ini mampu menghasilkan dampak nyata untuk menambah populasi ternak, meningkatkan pendapatan peternak, dan memperkuat rantai pasok pangan daerah.
Hasil monitoring di lapangan memperlihatkan kualitas cempe (anak kambing) hasil IB lebih baik dibandingkan kawin alami. Salah satu peternak kambing di Desa Pondok, Kasiman, mengaku puas dengan layanan inseminasi buatan. “Saya sudah beberapa kali pakai jasa IB ini, hasilnya lebih bagus. Perawakan cempe lebih bagus kalau dibandingkan yang kawin alami. Ada juga yang lahirnya kembar,” ungkap Kasiman.
Tim monitoring melakukan pengukuran fisik pada cempe, membandingkan hasil IB dan kawin alami, serta mencatat proses kelahiran, pertumbuhan, dan reproduksi anak kambing. Evaluasi berkelanjutan itu menjadi dasar perbaikan pelayanan inseminasi, memastikan bahwa peternak menerima manfaat maksimal dari inovasi teknologi peternakan.
Dengan kerja sama yang terus berkembang, Dinas Pertanian Wonogiri berkomitmen meningkatkan kualitas layanan demi pembangunan ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Evaluasi rutin bersama BIB Ungaran juga memperkuat kepercayaan peternak, mendorong mereka untuk mengadopsi teknologi IB sebagai solusi peningkatan produktivitas.
Langkah monitoring dan evaluasi ini mendapat sambutan positif dari peternak serta menjadi pijakan bagi program peningkatan populasi ternak, mutu genetik, dan kesejahteraan peternak di Wonogiri. Pemerintah berharap keberhasilan IB dapat diperluas ke lebih banyak wilayah dan jenis ternak lain.(*)








Komentar