Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, mengumumkan bahwa pada Senin, 29 September 2025, pemerintah akan menggelar akad massal bagi 25 ribu debitur rumah subsidi. Acara ini dipusatkan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurut Ara, Bogor dipilih sebagai lokasi akad massal karena dua alasan utama. Pertama, kualitas pengembang di wilayah ini sudah teruji dan terpercaya. Kedua, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk dengan kategori kemiskinan ekstrem terbanyak di Jawa Barat terdapat di Kabupaten Bogor.
“Dilakukan di Bogor karena pertimbangannya di sana pengembangnya bagus, berkualitas, sudah kita cek. Yang kedua juga di Bogor dari data kami, kemiskinan ekstrem dari segi jumlah paling banyak di Kabupaten Bogor. Itu data yang kami terima dari BPS,” ujar Menteri Ara melalui akun Instagram resmi @kementerianpkp, Rabu (24/9/2025).
Menteri Ara menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian, termasuk Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. Dalam pertemuannya dengan Dirjen KN Rionald Silaban, dibahas pula terobosan-terobosan yang bisa dilakukan bersama pemerintah daerah agar program perumahan rakyat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program rumah subsidi sendiri merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui skema subsidi, diharapkan keluarga penerima bisa memiliki rumah dengan cicilan yang terjangkau.
Ara menegaskan, akad massal ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil. Dengan rumah yang layak, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari jerat kemiskinan ekstrem.
Selain di Bogor, program serupa juga akan terus digelar di daerah lain. Pemerintah memastikan pengembang yang terlibat sudah memenuhi standar kualitas agar masyarakat tidak hanya mendapat rumah murah, tetapi juga rumah yang aman, sehat, dan nyaman.
“Rumah bukan hanya soal atap, tapi tentang masa depan keluarga. Karena itu kualitas tetap jadi prioritas,” tegas Ara. (*)






