Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ancam Penimbun Bahan Pokok: Sanksi Pidana Menanti

GPM 2025 Tekan Harga Pangan di 11 Kabupaten/Kota

Beritawonogiri.com [PURWOREJO]Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan bahan pokok penting masyarakat melalui pengawasan ketat oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jawa Tengah bersama Polda Jateng. Dalam kunjungannya ke Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Senin (7/7/2025), Luthfi memperingatkan pelaku yang berani menimbun bahan pokok akan menghadapi sanksi pidana.

“Satgas Pangan provinsi sudah bekerja sama dengan Polda. Saya imbau masyarakat jangan coba-coba menimbun bahan pokok, karena itu bisa terkena sanksi pidana,” tegas Luthfi. Ia menjelaskan bahwa penimbunan dilarang oleh undang-undang, dan Satgas Pangan akan melakukan operasi bersama Polda Jateng untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. “Penindakan akan diserahkan ke kepolisian, bekerja sama dengan Ditreskrimsus dan intelijen,” tambahnya.

Satgas Pangan, yang beroperasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, bertugas memantau, mendata, dan menindak praktik penimbunan. “Tidak boleh ada yang mencari keuntungan pribadi saat masyarakat membutuhkan,” ujar Luthfi.

Untuk menekan harga pangan dan menjaga inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar GPM di 11 kabupaten/kota, termasuk Purworejo. GPM melibatkan BUMN, BUMD, dan kelompok tani untuk memotong rantai distribusi, sehingga harga lebih terjangkau. Komoditas yang disubsidi meliputi:

  • Beras: 10 ton, dari Rp13.500/kg menjadi Rp11.000/kg (subsidi Rp2.500/kg).

  • Minyak Goreng: 2.000 liter, dari Rp18.000/liter menjadi Rp14.000/liter (subsidi Rp4.000/liter).

  • Telur Ayam Ras: 1 ton, dari Rp28.000/kg menjadi Rp24.000/kg.

  • Gula Pasir: 500 kg, dari Rp17.500/kg menjadi Rp15.000/kg.

  • Bawang Putih: 250 kg, dari Rp36.000/kg menjadi Rp28.000/kg.

  • Bawang Merah: dari Rp50.000/kg menjadi Rp40.000/kg.

  • Cabai Rawit Merah: dari Rp50.000/kg menjadi Rp30.000/kg.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan bahan pokok murah melalui subsidi. Intervensi ini untuk menjaga harga terjangkau dan inflasi terkendali,” jelas Luthfi, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari, dan Bupati Purworejo, Yuli Hastuti.

Warga menyambut antusias GPM ini. Estimah, warga Desa Kaliurip, Purworejo, mengaku senang bisa membeli beras, minyak goreng, dan telur dengan harga lebih murah. “Beras di luar Rp14.000/kg, di sini 5 kg cuma Rp55.000. Saya beli 10 kg,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, GPM akan menjadi model penetrasi harga di Jawa Tengah. “Masyarakat ramai sekali. Ini akan jadi role model untuk digelar di kabupaten/kota lain,” pungkasnya.

Komentar