Gubernur Luthfi Fokus Konektivitas Infrastruktur, AHY Dorong Potensi Parawisata Hingga Industri di Jawa Tengah

Dua Pejabat Penting Punya Misi Besar: Kembangkan Dieng Menuju Kelas Dunia!

Beritawonogiri.com [BANJARNEGARA] – Usai mengikuti ritual sakral potong rambut gimbal di Dieng Culture Festival (DCF) 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IKP) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kompak menyampaikan visi besar mereka untuk kawasan Dieng. Keduanya sepakat untuk meningkatkan konektivitas dan mengoptimalkan potensi Dieng agar semakin dikenal di kancah internasional.

Gubernur Luthfi menegaskan bahwa pengembangan Dieng tidak hanya sebatas event tahunan. Ia memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang terkoneksi, termasuk jalan, untuk mendukung pariwisata dan ekonomi lokal. “Prioritas inilah yang bisa mengangkat PAD wilayah. Maka desa, kabupaten/kota, maupun provinsi harus terkoneksi dengan baik,” kata Ahmad Luthfi. Ia menambahkan bahwa alokasi anggaran untuk proyek ini sudah disiapkan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IKP) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyapa masyarakat. (Foto: Zulkarnain)

Dieng yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional, kini memiliki potensi besar untuk diakui sebagai Geopark Global UNESCO. Kepala Dinas Pariwisata Jateng, Masrofi, membenarkan bahwa pengakuan UNESCO untuk warisan alam Geopark Dieng sudah ada, sementara untuk tradisi potong rambut gimbal sedang dalam kajian. “Ke depan kita upayakan untuk itu. Ritual seperti ini kalau bisa kita daftarkan ke Unesco untuk warisan budaya tak benda,” jelasnya.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga terlihat jelas. AHY menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan infrastruktur, terutama jalan, sebagai faktor kunci dalam kemajuan pariwisata. “Kalau berbicara pariwisata, selalu yang ditanyakan pertama adalah aksesnya bagaimana,” ujar AHY.

Menurutnya, akses yang baik akan membuka peluang bagi sektor lain, seperti UMKM dan ekonomi kreatif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. AHY juga menyoroti potensi besar lain di Jawa Tengah, termasuk kawasan industri dan ekonomi khusus, yang juga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Beliau (Ahmad Luthfi) menyampaikan bagaimana kontainer-kontainer itu bisa segera sampai ke lokasi tujuan,” tambah AHY, menegaskan bahwa Kemenko IPK akan mengawal proyek-proyek tersebut melalui kementerian teknis. Kolaborasi strategis ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan Dieng sebagai destinasi wisata kelas dunia yang terintegrasi secara ekonomi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *