Jangan Kendur! Sekda Jateng Minta Warga Maksimalkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan 2026

Prof. Imam Taufiq: Al-Qur'an Bukan Sekadar Dibaca

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengajak seluruh umat Islam untuk memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H. Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan putaran ke-10, yang dirangkai dengan Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Masjid At-Taqwa Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).

Sumarno mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan umat Islam. Namun, kesempatan bertemu Ramadan berikutnya tidak bisa dijamin siapa pun.

“Kita semua tentu pernah berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan. Alhamdulillah tahun ini kita dipertemukan lagi. Namun kita tidak tahu apakah masih akan dipertemukan dengan Ramadan berikutnya. Karena itu kesempatan ini harus kita isi dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia mendorong masyarakat mengevaluasi target ibadah yang telah ditetapkan sejak awal bulan. Sumarno juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi setiap tahun — saf salat tarawih yang semakin longgar menjelang Idulfitri.

“Seharusnya semakin mendekati akhir Ramadan semangat kita semakin meningkat. Mari kita evaluasi target-target ibadah kita, apakah sudah tercapai atau masih perlu kita kejar di sisa Ramadan ini,” tegasnya.

Sumarno juga mengingatkan bahwa Ramadan dikenal sebagai Syahrul Quran atau bulan Al-Qur’an. Ia mendorong masyarakat memperbanyak membaca, memahami, sekaligus mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Minimal selama Ramadan kita menargetkan khatam Al-Qur’an satu kali. Jika masih belum tercapai, sepuluh hari terakhir Ramadan ini menjadi kesempatan untuk menuntaskannya,” jelasnya.

Selain tilawah, Sumarno mengajak masyarakat menghidupkan malam dengan menjaga konsistensi salat Isya dan tarawih berjamaah hingga selesai. Ia menyampaikan kabar gembira bagi siapa pun yang istikamah menjalankannya.

“Salat Isya dan tarawih berjamaah sampai imam selesai pahalanya seperti salat semalam suntuk. Bahkan jika dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah dan berzikir hingga matahari terbit, pahalanya seperti haji dan umrah,” ungkapnya.

Penceramah dalam kegiatan tersebut, Prof. Imam Taufiq, menekankan pentingnya memahami keagungan Al-Qur’an di momentum Nuzulul Quran. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar mengenang peristiwa turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pengingat agar nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam keseharian.

“Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dengan hati dan diwujudkan dalam perbuatan. Di situlah makna Nuzulul Quran yang sesungguhnya,” katanya.

Tarawih Keliling Pemprov Jawa Tengah merupakan agenda rutin untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat selama Ramadan. Setelah putaran ke-10 di Masjid At-Taqwa, kegiatan Tarling akan dilanjutkan pada putaran ke-11 di Masjid Al Hikmah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Selasa (10/3/2026). (Sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *