Sumarno Lepas Kafilah Jateng, Target Juara Umum MQK Nasional Kembali

Lebih dari 40 santri terbaik Jateng diberangkatkan ke MQK Nasional di Sulawesi Selatan, dengan target mempertahankan gelar juara umum.

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memberangkatkan kafilah Jawa Tengah untuk mengikuti ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional 2025 yang digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025.

Pelepasan kafilah dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), di Hotel Candi Indah, Kota Semarang. Lebih dari 40 santri terbaik Jateng dari jenjang Ula (SD/MI sederajat), Wustha (SMP/MTs sederajat), hingga Ulya (SMA/SMK sederajat) siap berkompetisi dalam literasi kitab turats atau kitab klasik.

Peserta MQK Nasional dari berbagai jenjang pendidikan saat menerima motivasi dari para pejabat. (Foto: Syahidan)

“Harapannya Jawa Tengah kembali menjadi juara karena sudah dua kali juara umum. Prestasi ini harus dipertahankan,” ujar Sumarno saat memberi arahan kepada para peserta.

Ia berpesan agar kafilah menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang pertandingan. “Persiapan terbaik itu penting. Jangan sampai lengah. Anak-anak Jateng ini bukan hanya membawa nama pesantren, tapi juga nama baik provinsi,” tegasnya.

Sumarno juga menekankan pentingnya pendidikan akhlak yang diperoleh dari pesantren. “Kalau Indonesia ingin maju, maka harus dimulai dari akhlak adik-adik semua. Ilmu tanpa akhlak akan rapuh. MQK ini bukan hanya lomba, tapi pembentukan karakter,” ucapnya penuh semangat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyebutkan kafilah Jateng akan bertanding di 14 cabang lomba, mulai dari membaca dan menghafal kitab hingga debat bahasa Arab. “Target kita jelas, juara umum yang ketiga kali,” ungkapnya optimistis.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat membuka MQK tingkat provinsi di Jepara pada 21 Juli 2025, menegaskan bahwa MQK menjadi sarana penting dalam membumikan literasi pesantren. “Saya yakin, memahami kitab klasik dan Al-Qur’an dengan benar akan melahirkan kebersamaan, saling menghormati, dan persatuan,” ujarnya.

Taj Yasin juga menjanjikan hadiah bagi para santri yang sukses membawa pulang gelar juara. “Santri Jateng harus buktikan diri di Sulawesi Selatan. Tahun 2023 kita juara umum, sekarang waktunya mengulang prestasi itu,” katanya memberi semangat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *