BeritaWonogiri.com (WONOGIRI)– Puluhan truk diparkir di Taman Tugu Pusaka Selogiri, Wonogiri, Jumat 20 Juni 2025. Ini merupakan bentuk protes para driver truk atas kebijakan zero over dimension over loading (RUU ODOL) yang dinilai merugikan mereka.
Ada yang menarik dalam aksi damai tersebut, yakni saat Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo menemui pengunjuk rasa, banyak peserta aksi yang mengeluarkan gadget mereka.
Tak pelak, Kapolres pun jadi sasaran bidikan kamera foto maupun video HP para sopir truk, sehingga aktivitas Kapolres di lokasi tersebut banyak beredar di media sosial.
Sementara itu dari pantauan BWC di lokasi, sejumlah sopir truk terlihat mengekspresikan aksi mereka dengan cara masing-masing. Ada yang bergerombol di samping armada truk ada juga yang membentangkan spanduk di atas truk.
Sebagian lagi memasang tulisan spanduk di badan truk bernada protes. Beberapa tulisan itu antara lain Tolak UU LLAJ, sopir bukan kriminal, sopir mau dipenjara korupsi dibiarkan saja.
Aksi unjuk rasa damai para awak armada truk ini berasal dari sejumlah komunitas sopir truk, antara lain Komunitas Truk Wonogiri (KTW), Wonogiri Truk Lovers (PTL), Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI), dan Persatuan Truk Mania Cabang Wonogiri (PTMCW) .
Koordinator aksi, Sandi Bedor, mengatakan diperkirakan ada lebih dari 50 dan maksimal 100 truk yang akan mengikuti aksi damai tersebut.
Aksi damai ini sebagai wujud solidaritas sopir truk Kabupaten Wonogiri terhadap perjuangan sopir-sopir truk lain yang menolak kebijakan zero ODOL.
Dia menyebut kebijakan itu merugikan para sopir truk, lantaran kenyataan di lapangan, kebijakan tersebut rawan penyalahgunaan wewenang petugas yang berujung pada tindakan penilangan.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo telah menemui para sopir truk dan meminta mereka tetap tenang atas RUU ODOL.
Sejumlah rekaman video yang beredar di Facebook dan Instagram memperlihatkan Kapolres sedang memberi penjelasan para peserta aksi, bahwa untuk Wilayah Jawa Tengah, sementara tidak ada penindakan terkait pelanggaran ODOL, sambil menunggu arahan dari Polda Jateng.
“Wilayah Jawa Tengah belum ada penindakan atau penegakan hukum kaitannya dengan ODOL. Untuk itu kami mengharapkan doanya, mudah-mudahan doa rekan-rekan semua dikabulkan,” kata Kapolres dalam tayangan video di grup Whatsapp.
Pelaksanaan aksi solidaritas driver truk tersebut dikoordinir Sandi Bedor, Gendut dan Bence. Sedangkan selaku Koordinator Lapangan (Korlap) masing-masing; Seno, Wahyudi dan Sulis.
Menurut Sandi Bedor yang juga selaku penanggung jawab, aksi mogok kerja tersebut (rencana tertulis) akan dilakukan selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 20-21 Juni 2025. (Irfandy*)






