Mantan Wagub Heru Sudjatmoko Beri Pesan Emas di Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah: Entaskan Kemiskinan Lewat Sekolah Gratis dan Magang Kerja

Doa Kepemimpinan Baru Ahmad Luthfi-Taj Yasin untuk Provinsi Maju dan Sejahtera

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018, Heru Sudjatmoko, menyampaikan pesan mendalam menyambut Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah pada 19 Agustus 2025. Ia memberikan empat pesan, doa, dan harapan agar Jawa Tengah semakin maju dan sejahtera di bawah kepemimpinan baru Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Pernyataan ini disampaikan di Semarang pada Kamis (14/8/2025), menjelang rangkaian acara peringatan yang meriah dari 18-24 Agustus 2025.

Pesan pertama Heru adalah doa agar kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin diberi kemudahan serta kelancaran. Ia berharap keduanya saling mendukung dan melengkapi dalam memimpin. “Doa dan harapan saya, di Hari Jadi Ke-80 ini dan ke depannya, Pak Luthfi dan Gus Yasin diberi kemudahan dan kelancaran dalam memimpin Jawa Tengah semakin maju. Keduanya harus saling melengkapi,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-80, semoga Jawa Tengah semakin sejahtera.Pesan kedua menyoroti pekerjaan rumah mengentaskan kemiskinan, yang masih relatif tinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan pada Maret 2025 mencapai 9,48%, turun 0,10% dari 9,58% pada September 2024.

Heru optimis angka ini bisa diturunkan lagi dalam lima tahun ke depan. “Tapi kita tetap harus optimis, kemiskinan yang relatif tinggi itu bisa kita turunkan lagi untuk lima tahun kedepan,” harap mantan Bupati Purbalingga itu.

Menurut Heru, kemiskinan bisa diatasi melalui pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dari pengalamannya sebagai bupati, wagub, dan anggota DPR RI (2019-2024), ia menekankan bahwa kemiskinan sering disebabkan oleh kebodohan. “Kemiskinan salah satunya karena kebodohan, maka anak-anak dari keluarga miskin harus disekolahkan supaya pintar. Kalau pintar, dia mampu bersaing dalam berkarir dan bekerja, sehingga punya pendapatan dan ekonomi yang membaik,” jelasnya.

Program ini selaras dengan upaya Pemprov Jateng yang memperluas akses pendidikan gratis, termasuk menampung 72.460 siswa miskin melalui jalur afirmasi pada SPMB SMA/SMK 2025.

Heru memuji intervensi Pemprov Jateng terhadap kemiskinan ekstrem, seperti bantuan sosial untuk orang tua dan pendidikan gratis untuk anak. “Ibarat orang sakit, orang tua keluarga miskin harus dikasih infus dulu. Ini hanya sementara, supaya tidak ada masyarakat Jawa Tengah yang kelaparan,” ujarnya.

Bantuan mencakup tunai, pangan, pendidikan, dan perumahan, sementara anak-anak disekolahkan gratis di tingkat SMA/SMK/SLB.Selain pendidikan, Heru menyarankan pembukaan Balai Latihan Kerja (BLK) dan program magang untuk anak muda. Saat ini, ada 37 BLK di Jawa Tengah yang melatih sekitar 25.000 peserta per tahun, dan ia mendorong penggencaran program ini dengan koneksi ke perusahaan. “Harus makin diperbanyak membuka program magang kerja, itu sangat bagus apa lagi dikoneksikan dengan lapangan kerja di perusahaan,” katanya.

Hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,28% pada triwulan II-2025.

Pesan ketiga, Heru mengingatkan peran provinsi sebagai penengah antara pusat dan kabupaten/kota, dengan fokus memperkuat SDM di tingkat bawah. “Kebijakan kita itu yang umum kan dari pemerintah pusat, misalnya menurunkan stunting dan kemiskinan. Tapi pelaksana teknisnya kan yang dibawah,” ungkapnya.

Ia menekankan gotong royong untuk mengatasi kelemahan SDM dan finansial di tingkat kecamatan hingga RT/RW.Pesan keempat, Heru menyerukan pengejawantahan UUD 1945: memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa. Ia menyebut IQ rata-rata Indonesia 78, kalah dari Vietnam, dan lama sekolah rata-rata 7 tahun. “Maka pendidikan menjadi penting untuk kemajuan sebuah bangsa, termasuk di provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Peringatan Hari Jadi ke-80 akan diisi rangkaian acara di Batang, Jepara, dan Semarang, termasuk Jateng Bersholawat, upacara, opening ceremony dengan NDX AKA, hingga closing dengan Gigi dan Setia Band.

Komentar