Potensi 13 Gigawatt! Investasi Hijau Jateng Kini Incar Sektor PLTS dan Kendaraan Listrik

Langkah Strategis Menuju Pusat Energi Bersih Nasional

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses mencatatkan capaian signifikan dalam menarik minat investor sektor energi bersih. Hingga periode 2025, realisasi investasi hijau Jateng tercatat menembus angka Rp7,1 triliun, seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek strategis termasuk pabrik perakitan kendaraan listrik (EV) di Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa nilai investasi tersebut merupakan akumulasi dua tahun terakhir. Pada 2024, investasi menyentuh angka Rp5,4 triliun, sementara pada 2025 tercatat sebesar Rp1,4 triliun.

“Penurunan nilai pada 2025 terjadi karena pergeseran fase. Tahun lalu didominasi tahap pembangunan, sedangkan sekarang sudah masuk tahap operasional,” ujar Sakina di Semarang, Rabu (22/4/2026).

Operasional Pabrik EV Magelang dan Strategi IPRO

Salah satu tonggak sejarah baru dalam investasi hijau Jateng adalah beroperasinya pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang yang diresmikan Presiden Prabowo awal April lalu. Pabrik ini kini aktif memproduksi bus, truk, hingga forklift listrik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Selain Magelang, pembangunan pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang serta KEK Kendal terus dipacu. Untuk mempercepat arus modal, Pemprov Jateng menerapkan skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang memetakan potensi EBT di 35 kabupaten/kota secara detail.

Sakina menambahkan, peluang masih terbuka lebar pada pengembangan panas bumi di Banjarnegara dan Wonosobo. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menjadikan Jateng sebagai pionir energi bersih.

Potensi 13 Gigawatt PLTS Jadi Primadona Investor

Di sisi lain, Analis Institute for Essential Services Reform (IESR), Zakki Muwafiq, mengungkapkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan sektor paling prospektif. Berdasarkan pemetaan, terdapat potensi energi mencapai 13 gigawatt yang tersebar di 10 kabupaten di Jawa Tengah.

“Ada 12 lokasi yang sangat layak untuk PLTS. Kebutuhan ini mendesak karena konsumsi listrik di Jateng meningkat signifikan hingga 5,3 persen dalam empat tahun terakhir,” ungkap Zakki.

Lonjakan permintaan listrik di sektor industri dan rumah tangga menjadi momentum emas bagi para pemilik modal. Dengan dukungan regulasi dan infrastruktur yang matang, Jawa Tengah kini berada di jalur yang tepat untuk memperkuat posisi sebagai tujuan utama investasi ramah lingkungan di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *