BeritaWonogiri.com (JAKARTA) Biaya haji reguler di Indonesia mencapai Rp58 Juta, dan harus antri sampai 18 tahun. Ini menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo untuk menekan biaya haji agar lebih terjangkau umat Islam di Indonesia.
“Kita juga berjuang keras menurunkan biaya haji semurah mungkin. Saya minta Menteri Agama, Kepala Badan Haji, tentunya dibantu Penasihat Khusus Presiden berkoordinasi sebaik-baiknya, duduk bersama dan mencari solusi-solusi untuk mengurangi biaya haji,” kata Prabowo saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Minggu, 4 Mei 2025.
Presiden menegaskan, pemerintah berupaya memberi pelayanan terbaik kepada jamaah haji karena mereka telah menabung dan menunggu cukup lama.
Meski biaya ibadah haji pada pemerintahannya sudah turun sebanyak Rp4 juta, Prabowo mengaku masih belum puas akan penurunan tersebut. Prabowo ingin biaya haji di Indonesia lebih terjangkau dari negara tetangga.
“Penurunan biaya haji (Rp4 juta) kalau bisa dikurangi lagi karena saya belum puas. Kita harus yang termurah yang bisa kita capai. Kalau bisa lebih murah dari Malaysia,” kata Prabowo, dikutip antaranews.com
Presiden menyebutkan bahwa jamaah haji dan umroh dari Indonesia mencapai lebih dari 2 juta warga, bahkan mendekati 2,2 juta warga dalam satu tahun. Pada musim puncaknya, jumlah warga yang pergi ke Tanah Suci bisa mencapai 12.000 orang per hari.
Menurut Presiden, angka tersebut sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara dengan rombongan haji dan umroh terbesar di dunia. Presiden juga akan mengupayakan penurunan biaya haji lewat jalur diplomasi dengan Kerajaan Arab Saudi.
“Saya sudah minta waktu bertemu pimpinan negara Saudi, Kerajaan Arab Saudi. Di situ saya akan membahas upaya kita permintaan Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo juga meminta Garuda Indonesia yang selama ini menjadi maskapai resmi penerbangan haji jamaah Indonesia untuk melakukan efisiensi. (Irfandy)







Komentar