BeritaWonogiri.com (JEDDAH) — Munculnya istilah ‘Haji Nebeng’ terhadap Petugas Haji Daerah (PHD) yang bertugas di Tanah Suci, menjadi keprihatinan Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar.
Dia menganggap tudingan tersebut tidak elok dan menyakitkan hati, seperti dikutip situs MUI.OR.ID. Kasihan para petugas haji yang telah melaksanakan tugasnya pada musim haji 2025 ini.
Pernyataan itu disampaikan Menag kepada wartawan Media Centre Haji (MCH) Daker Bandara, usai menyapa jamaah haji Kloter 7 UPG di Bandar Udara Aking Abdul Aziz, Jeddah, Minggu, 15 Juni 2025.
Ikut mendampingi Nasaruddin antara lain, Wakil Menag Romo Muhammad Syafii, Dirjen Haji dan Umrah Hilman Latief, staf ahli Menag Ismail Cawidu, Kadaker Bandara Abdul Basir, dan sejumlah PPIH Arab Saudi.
Menurut Prof Nasaruddin, petugas itu menjalankan tugas sesuai tupoksi. Dia pun tak ingin melukai perasaan apalagi melemahkan petugas yang sudah berjibaku membantu jamaah haji di lapangan, terutama bagi mereka yang punya keterbatasan fisik dan lanjut usai (lansia).
“Saya tak ingin mengatakan mereka itu (petugas) nebeng. Mereka itu paling banyak bekerja, jarang tinggal di hotel. Paling hanya datang ganti baju di hotel langsung bertugas lagi. Tidurnya juga di lapangan,” tandas Menag.
Sebaliknya, Menag Nasaruddin mengapresiasi para petugas yang telah bekerja keras memberikan pelayanan demi kenyamanan jamaah. Bahkan, ia mengajak semua pihak untuk menghargai dedikasi mereka.
“Lihat sendiri petugas kita berjibaku di tengah lapangan yang sangat panas. Mereka juga punya harga diri. Mereka punya keluarga, mereka juga punya pengorbanan. Jangan sampai mereka kita anggap nggak ada apa-apanya,” ujarnya.
Menag berkali-kali menegaskan, penyelenggaraan haji 2025 berjalan lancar, aman, dan normal. Tidak ada kondisi genting sebagaimana isu yang beredar. Menag berada di Bandara Jeddah sekira pukul 14.00 Waktu Arab Saudi usai perjalanan dari Madinah menggunakan kereta cepat.
Istilah Haji Nebeng sendiri mencuat setelah Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPH) Republik Indonesia mengumumkan akan melakukan evaluasi mendalam terhadap proses rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD).
Pengumuman tersebut menindak lanjuti kegaduhan di media sosial terkait isu beberapa PHD yang dituding hanya “nebeng” atau menumpang ibadah haji tanpa menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Dikutip sejumlah media nasional, kasus ini terungkap setelah beberapa PHD dalam penyelenggaraan haji 2025, dilaporkan tidak profesional dan hanya memanfaatkan kesempatan berhaji tanpa memberikan pelayanan kepada jamaah.
Wakil Kepala BPH, Dahnil Anzar Simanjuntak, merespon isu tersebut dan mengatakan bahwa seleksi PHD akan diperketat mulai tahun depan, termasuk pelatihan intensif sebelum keberangkatan. (Irfandy*)






