BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Empat dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri ditetapkan sebagai penerima bantuan Penelitian Berbasis Standar Bwaya Keluaran (SBK) dan Bantuan Litapdimas (Pendukung Mutu Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat) pada Satuan kerja pendidikan tinggi Tahun Anggaran 2023.
Keempat dosen itu yakni dua dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Atik Nurfatmawati, SE, MIKom dan Nadhiroh, SSosI, MIKom serta dua dosen Prodi Ekonomi Syariah (ES), Makhda Intan Sanusi, SH, ME dan Sugiyanto, SE, MSi. Mereka mengajukan dua proposal dan mengikuti sosialisasi tindaklanjut dan mekanisme pelaksanaan dan pencairan bantuan Litapdimas Tahun Anggaran 2023 bersama Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Diktis, Rabu (18/10/2023) melalui Zoom Meeting.
Makhda Intan Sanusi menjadi anggota peneliti berkolaborasi dengan dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr Agung Abdullah, MM. Keduanya merupakan penerima bantuan penelitian terapan berkorelasi dunia usaha dan industri (DUDI). Judul proposal adalah Salam Cash Back : Model Pembiayaan Alternatif untuk Peningkatan Pendapatan Petani.
Baca juga: Jadi Wisudawan Perdana, STAIMAS Mewisuda 64 Mahasiswa Dari 4 Prodi
Sedangkan Nadhiroh, Atik dan Sugi merupakan satu tim dalam penerima bantuan pengabdian kepada masyarakat berbasis komunitas. Judul proposal mereka adalah Pemberdayaan Kaum Difabel di Kecamatan Wonogiri dalam Pembuatan Batik Shibori Ciprat untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial.
Kepala LPPM Staimas Wonogiri, Dr Dewi Agustini, SSos, MM, mengucapkan selamat dan bangga kepada para dosen yang telah lolos seleksi bantuan Litapdimas.

“Bantuan Litapdimas ini sangat bermanfaat bagi institusi perguruan tinggi, juga untuk masyarakat sekaligus kepada para dosen. Para dosen diberi dukungan dan kesempatan oleh pemerintah untuk bisa lebih maksimal menerapkan ilmu yang dimiliki secara langsung,” ujar Dewi.
Menurut Dewi, dengan lolos bantuan penelitian dan PKM ini para dosen mendapat kesempatan memberi pengarahan atau sosialisasi agar masyarakat tahu teknologi dan ilmu pengetahuan yang disampaikan dosen. Kemudian bersama masyarakat tersebut mulai diterapkan.
Ditambahkannya, kegiatan itu sebagai proses implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya langsung kepada masyarakat menggunakan metodologi ilmiah sebagai pelaksanaan Tri Dharma. (Nadhiroh/*)







Komentar