BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Semua butuh proses. Itulah yang dialami salah satu pendiri Sekolah Sepak Bola (SSB) New Persik’s, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Purwadi, SPd.
Sekitar tahun 2006/2007, lelaki kelahiran Wonogiri, 14 Desember 1978 itu ikut melatih anak-anak SSB. Semula masih relawan. Hingga kemudian pada 1 Agustus 2011 atas masukan orangtua siswa SSB dibentuk kepengurusan dan mengurus perizinan penggunaan lapangan secara aktif.
Lulusan FKIP Universitas Tunas Pembangunan Surakarta itu menyampaikan beberapa alasan pendirian SSB. Selain mendukung program pemerintah ada beberapa pertimbangan lain.
Baca juga: SSB Duta Manggala Sabet Gelar Juara Arseto Cup KU-13
“Kami berharap bisa ikut memberikan bekal terhadap anak didik tentang keterampilan olahraga sepakbola,” imbuh Ketua SSB New Persik’s tahun 2012-2020 itu.
Mantan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Seksi Pendidikan Desa Singodutan itu mengemukakan keberadaan SSB diharapkan bisa memberikan banyak kesempatan terhadap anak didik untuk mendapatkan pengalaman berkomunikasi dan berkompetisi dalam turnamen sepakbola tingkat daerah atau sekolah.

“Sebagai pejuang sepakbola rasa keprihatinan kepada anak-anak saat ini mereka mulai tergerus oleh dunia android untuk bisa berolahraga,” imbuh pria yang pernah menjadi Ketua Bumdes Singodutan 2016-2021 itu.
Purwadi mengemukakan perkembangan SSB New Persik’s tidak terlepas dari dukungan Kepala Desa Singodutan, Karsanto, SE.
“Sekarang saya kurang aktif di lapangan karena kesibukan mengajar Mapel PJOK di dua SD berbeda,” tambah lelaki yang mengajar di SDN 2 Kedunggupit Sidoharjo dan SDN 2 Krisak.
Purwadi terkadang melanjutkan aktivitasnya mengajar ekstra kurikuler siswa bola voly dan bulutangkis karena tuntutan pekerjaan.
Purwadi bersyukur melihat perkembangan SSB New Persik’s yang dulu hanya 11 siswa sekarang mencapai 100-an untuk semua kelompok umur.
“Saya berharap SSB bisa jalan terus walau berganti pelatih dan kepengurusan sehingga mengurangi ketergantungan anak dari main HP untuk mau bergerak dan berolahraga serta dapat menjadikan sepakbola sebagai penghidupan dan penyalur Tim Nasional Indonesia,” harap lelaki yang menjadi salah satu pengelola Singodutan Sport Center itu. (Nadhiroh)







Komentar