BeritaWonogiri.com (TEL AVIV) – Serangan rudal besar-besaran yang dilancarkan Iran terhadap Israel pada Jumat malam, 13 Juni 2025, telah memicu gelombang dampak signifikan, baik dari segi kemanusiaan maupun geopolitik,
Menurut laporan dari berbagai media internasional, Reuters, dan AP News yang diterbitkan pada 14 Juni 2025, rudal Iran tersebut merupakan respons atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.
Serangan balasan Iran ini selain menyebabkan korban jiwa, juga kerusakan infrastruktur, dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengonfirmasi bahwa satu wanita tewas dan sekitar 40 orang terluka akibat serangan rudal Iran, yang melibatkan tiga gelombang peluncuran sekitar 150 rudal balistik.
Yechiel Leiter mengkonfirmasi, ledakan rudal terdeteksi di Tel Aviv, Jerusalem, dan sebuah rudal jatuh di jalan raya selatan Israel, menyebabkan asap mengepul di lokasi kejadian.
Reuters mencatat bahwa dua orang berada dalam kondisi kritis, delapan luka sedang, dan 34 luka ringan akibat serpihan.
Disamping itu beberapa bangunan, termasuk apartemen di Ramat Gan dan gedung di pusat Tel Aviv, mengalami kerusakan signifikan.
Dikutip AP News yang diterbitkan pukul 03:52 UTC melaporkan bahwa asap hitam terlihat membumbung dari lokasi dampak di Tel Aviv setelah rudal berhasil menembus pertahanan Iron Dome Israel.
Sementara itu dari foto yang dirilis Iranian Red Crescent Society menunjukkan tim penyelamat bekerja di reruntuhan di Teheran, Iran.
Foto ini diperkirakan dokumentasi serangan balasan Israel atas rudal Iran, menandakan bahwa konflik ini telah memicu eskalasi dua arah.
Respon Militer dan Internasional
Israel Defense Forces (IDF) mengklaim telah membalas menyerang pangkalan udara Hamadan dan Tabriz di Iran, serta menghancurkan beberapa peluncur UAV dan rudal permukaan-ke-permukaan.
Respons ini dianggap sebagai langkah balasan langsung, dengan militer Israel bersiap untuk operasi lebih lanjut.
Sementara itu, Amerika Serikat dilaporkan membantu mencegat rudal Iran, menurut dua pejabat AS yang dikutip Reuters, menunjukkan keterlibatan internasional dalam konflik ini.
Pemerintah China, melalui Kementerian Luar Negeri, menyatakan kekhawatiran atas “konsekuensi serius” dari serangan Israel.
Sementara pihak Iran, melalui Duta Besar mereka di PBB Amir Saeid Iravani, mengklaim 78 orang tewas dan lebih dari 320 terluka di Iran akibat serangan Israel. Iran juga menuduh AS turut bertanggung jawab, seperti dilaporkan Reuters.
Presiden AS Donald Trump meminta negosiasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, tetapi belum ada tanda-tanda de-eskalasi dari kedua belah pihak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan krisis kemanusiaan yang potensial, dengan rumah sakit di Israel dan Iran dilaporkan kewalahan menangani korban. UNICEF juga menyatakan kekhawatiran terhadap dampak psikologis pada anak-anak di kedua wilayah akibat suara ledakan dan sirene peringatan. (Irfandy*)






