BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal resmi berkolaborasi mewujudkan Sampah Jadi Listrik Jateng 2026. Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).
Menteri Hanif Puji Penguasaan Data Ahmad Luthfi
Kegiatan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Menteri Hanif memuji Ahmad Luthfi sebagai kepala daerah yang mampu memaparkan data persampahan secara akurat.
“Baru hari ini ada gubernur yang bisa menyebutkan angka-angka tentang sampah, dan angkanya sangat benar,” ujar Hanif.
Waste to Energy: Solusi Strategis untuk Semarang Raya
Hanif menilai langkah cepat Pemprov Jateng menindaklanjuti arahan Presiden terkait pembangunan fasilitas Sampah Jadi Listrik Jateng 2026 patut diapresiasi. Proyek waste-to-energy menjadi solusi strategis mengatasi persoalan sampah di wilayah dengan timbulan tinggi seperti Semarang Raya.
“Melalui kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan dukungan kepala daerah, kami optimistis akan terjadi lonjakan signifikan dalam pengelolaan sampah pada 2026,” katanya.
Konstruksi Minimal 3 Tahun, RDF Jadi Solusi Transisi
Hanif mengingatkan pembangunan fasilitas Sampah Jadi Listrik Jateng 2026 membutuhkan waktu konstruksi minimal tiga tahun. Selama masa transisi, pemerintah daerah diminta tetap melakukan pengurangan sampah melalui teknologi tersedia, termasuk pengembangan refuse derived fuel (RDF) yang telah berjalan di tiga kabupaten dan akan diperluas ke enam kabupaten lainnya.
Satgas Sampah Jateng Kejar Target Zero Waste 2029
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan percepatan penanganan sampah merupakan tindak lanjut target nasional zero waste pada 2029. Pemprov Jateng telah membentuk Satgas Sampah untuk menerjemahkan kebijakan menjadi aksi lapangan.
“Targetnya jelas, sesuai RPJMN, pada 2029 harus zero sampah. Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Satgas Sampah untuk menjabarkan perintah Bapak Presiden,” kata Ahmad Luthfi.
Strategi penanganan disusun berdasarkan skala timbulan: wilayah dengan produksi di atas 1.000 ton/hari menggunakan pendekatan regional, sementara daerah lebih kecil diarahkan ke pengolahan berbasis RDF.
6,4 Juta Ton Sampah per Tahun, Baru 30 Persen Terkelola
Saat ini, Jawa Tengah menghasilkan hampir 6,4 juta ton sampah per tahun. Namun, baru sekitar 30 persen yang terkelola optimal. “Artinya, sekitar 70 persen sampah kita masih belum maksimal dikelola. Ini yang sedang kita kejar,” ujarnya.
Kesepakatan Sampah Jadi Listrik Jateng 2026 menjadi bagian penting peta jalan penanganan sampah di Jawa Tengah, sekaligus upaya mempercepat transformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan. (Zul)






