Jawa Tengah Kembali Raih Predikat Provinsi Layak Anak 2025, Keempat Kalinya Berturut-turut

Seluruh Kabupaten/Kota di Jateng Juga Berjaya di KLA 2025

Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengukir prestasi dengan meraih penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Penghargaan ini, yang diterima untuk keempat kalinya secara berturut-turut, diserahkan langsung kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam acara Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, pada Jumat malam (8/8/2025).

Prestasi ini menegaskan komitmen Jawa Tengah dalam melindungi dan memenuhi hak anak.“Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak selama empat tahun berturut-turut,” ujar Taj Yasin usai menerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah terus mendorong kabupaten/kota untuk memperkuat komitmen dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan kelompok rentan, seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. “Ini bagian dari pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya, menyoroti pentingnya kebijakan yang tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menjelaskan bahwa proses penilaian KLA 2025 memakan waktu hampir satu setengah tahun, dimulai dari evaluasi mandiri oleh pemerintah daerah sejak Januari hingga Juni 2024, dilanjutkan evaluasi provinsi pada Juli hingga Desember 2024, dan verifikasi nasional oleh Kemen PPPA bersama kementerian terkait hingga Juni 2025.

Dari 464 kabupaten/kota yang mengikuti penilaian, hanya 355 yang lolos, dengan indikator berbasis kebijakan Indonesia Layak Anak 2030 (Idola) sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Namun, Arifah mencatat tantangan besar: belum ada daerah yang memenuhi indikator kawasan tanpa rokok dan bebas iklan rokok.

Keberhasilan Jawa Tengah tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di seluruh 35 kabupaten/kota yang meraih penghargaan KLA 2025. Kota Semarang dan Kabupaten Sragen berhasil meraih kategori tertinggi, Utama, sementara 13 daerah seperti Kota Surakarta dan Kabupaten Klaten meraih kategori Nindya. Kategori Madya diraih 15 daerah, termasuk Kota Salatiga dan Kabupaten Pati, sedangkan lima daerah seperti Jepara dan Kudus meraih kategori Pratama.

Prestasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak. Acara penganugerahan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, yang menyerahkan penghargaan kepada Taj Yasin. Kisah keberhasilan Jawa Tengah menjadi inspirasi bahwa pembangunan yang berpusat pada manusia, khususnya anak, adalah investasi masa depan.

Dengan komitmen berkelanjutan, Jawa Tengah tidak hanya menjadi provinsi layak anak, tetapi juga teladan dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan sejahtera bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *