Mahasiswa KPM Staimas Wonogiri Bagikan Buku Dan Workshop Buat Buket Di Kelurahan Mojopuro

BeritaWonogiri.com [WURYANTORO] – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri anggota kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 1 membagikan buku gratis dan workshop membuat buket bagi anggota Karang Taruna Kelurahan Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, di tempat terpisah, Minggu, 21 Juli 2024.

Buku yang dibagikan berjudul Belajar Menulis, Huruf – Kata – Kalimat. Tujuan pembagian buku ini melatih dan membimbing anak-anak yang belum bisa menulis sampai bisa menulis dengan baik dan benar.

Fatikha Fajar Avisena, salah satu penulis buku, menuturkan, buku ini untuk membantu anak yang belum pandai menulis. “Terutama anak-anak usia TK/Paud dan anak sekolah dasar,” terangnya.

Baca juga: Peserta KPM Staimas Wonogiri Melakukan Presentasi Program Kerja Sebelum Terjun Ke Masyarakat

Sementara, Koordinator KPM kelompok 1, Luluk Nurjannah, menjelaskan, kegiatan ini salah satu upaya bagus untuk membantu anak-anak yang belum pandai menulis dengan dibimbing langsung oleh mahasiswa.

“Penerbitan buku dan pembagian buku gratis juga merupakan salah satu program kerja KPM kelompok 1 bidang pendidikan,” terangnya.

Selain pembagian buku gratis, anak-anak diajak mempraktikkannya dan dinilai kerapian dan ketepatan dalam penulisannya oleh mahasiswa.

BeritaWonogiri.com/Nadhiroh

Terpisah, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna mengikuti Workshop Kreatif Pembuatan Buket Snack. Hadir sebagai narasumber dosen Prodi Ekonomi Syariah (ES) Staimas, Mutia Azizah Nuriana, SESy, ME dengan moderator, Fatikhah Fajar Avisena.

Mutia menyampaikan bahan-bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan dalam membuat buket snack yaitu, kertas cellophane (wrapping paper), selotip, styrofoam, tusuk sate dan gunting. Dia memberikan contoh dan langkah-langkah cara membuat buket snack. Harga umum sebuah buket snack berkisar Rp30.000 hingga Rp45.000 atau bisa menyesuaikan pesanan.

“Buket ini dapat menjadi peluang usaha untuk kita. Ini dapat dikerjakan di rumah. Untuk harga bahan-bahan dapat dibeli offline maupun online. Jadi Ibu-ibu dan remaja bisa menyesuaikan dan menakar budget untuk bisnis ini,” ucap Mutia.

Fatikhah menuturkan pembuatan buket merupakan inovasi bagus karena buket menjadi salah satu produk yang sedang trend pada era sekarang

Pembuatan buket dalam acara itu dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri atas 10-11 orang. Buket yang dihasilkan ada enam. Berisi snack dengan warna kertas berbeda yang variatif.

Ketua Kelompok 1 KPM Staimas Wonogiri, Luluk Nurjannah menuturkan workshop kreatif dapat melatih seseorang untuk menghasilkan suatu karya yang layak dijual.

Pada kesempatan itu, hasil karya buket peserta dikompetisikan dengan kriteria penilaian kerapian, kesesuaian dan penampilan. Kelompok 5 terpilih sebagai pemenang buket terbaik. (Nadhiroh/*)

Komentar