BeritaWonogiri.com [BANYUMAS] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi TNI Angkatan Darat (AD) dalam mempercepat realisasi Asta Cita Presiden, terutama ketahanan pangan di Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak meresmikan Pompa Hidram TNI Manunggal Air Pertanian di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Kamis pagi.
Program ini langsung mengairi 1.004 hektare sawah tadah hujan, memungkinkan petani menanam dua hingga tiga kali setahun.Ahmad Luthfi menekankan peran krusial TNI AD dalam penyediaan air irigasi dan air bersih bagi masyarakat pedesaan. “Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI yang telah memberikan kontribusi besar dalam rangka swasembada pangan. Air ini sangat penting, karena Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional. Ini bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat,” ujar Ahmad Luthfi di sela peresmian.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemprov Jateng telah menindaklanjuti program ini bersama teritorial TNI, mulai dari Kodim hingga Koramil, untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan.Gubernur menambahkan bahwa sinergi ini memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan TNI. “Momen ini sangat luar biasa bagi kami. Ini memperkuat sinergi antara seluruh kabupaten/kota dengan TNI,” tegasnya. Meski saat ini musim hujan, Ahmad Luthfi yakin manfaat pompa hidram akan maksimal saat kemarau tiba, mengurangi risiko kekeringan di wilayah tadah hujan.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program pengairan di Rawalo. “Sampai sekarang sudah ada 1.004 hektare yang dapat diairi, sehingga para petani bisa tanam dua kali bahkan tiga kali dalam setahun,” kata Maruli. Ia berjanji memperluas program ini di Jawa Tengah, dengan dukungan Gubernur, Kementerian Pertanian, dan Kementerian PUPR.
“Mudah-mudahan program-program Presiden untuk ketahanan pangan, terutama yang tadah hujan, bisa berjalan selaras,” tambahnya.Maruli juga menyoroti dampak luas program TNI AD sejak 2022, termasuk pembangunan hampir 80 titik air bersih di Banyumas dan bantuan ratusan rumah melalui program Renovasi Rumah Layak Huni (RTLH). “Perubahan dari program ini luar biasa, dan di luar program pemerintah daerah. Saya berharap Banyumas bisa menjadi contoh,” ungkapnya.
Program ini tidak hanya fokus irigasi, tapi juga kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Penanggung jawab program, Mayor CPN Yohanes Tito, merinci teknis pompa hidram yang dibangun berdasarkan survei Bendungan Gerak Serayu dengan debit 21.000 liter per detik. Air dialirkan melalui pipa berdiameter 24-25 inci ke bak utama 10x4x2 meter, dengan 44 unit pompa menghasilkan 109,72 liter per detik.
Sistem ini mengairi 717 hektare sawah di Desa Pesawahan, Sidamulih, dan Tipar tanpa bergantung listrik, sehingga ramah biaya bagi petani.Sinergi Pemprov Jateng dan TNI AD diproyeksikan berkembang dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Usai peresmian, Gubernur Ahmad Luthfi menjadi narasumber dalam Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat Tahun 2025, membahas penguatan kolaborasi teritorial. Program ini sejalan dengan target swasembada pangan 2025, di mana Jawa Tengah berkontribusi 20 persen produksi nasional, sambil mengatasi tantangan perubahan iklim di pedesaan.(*)






