Beritawonogiri.com [DEMAK] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan banjir yang melanda Semarang dan Demak. Meski secara kebijakan sudah hadir sejak hari pertama banjir, pada Senin (27/10/2025), keduanya turun langsung ke lapangan, memastikan bantuan dan solusi bagi warga terdampak bekerja optimal.
Ahmad Luthfi meninjau Genuk, Semarang, serta Sayung, Demak. Sementara Taj Yasin bergerak ke lokasi rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, mengamati kinerja alat-alat vital penyedot air. Upaya tersebut adalah kelanjutan dari arahan mereka sehari-hari kepada seluruh OPD agar siaga dan terjun mendampingi masyarakat sejak awal bencana.

Langkah-langkah konkret pun langsung dijalankan. Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan sebesar Rp 410 juta lebih, terdiri dari logistik, beras 2,5 ton, hingga obat-obatan, kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Genuk. Bantuan ini diberikan bersamaan dengan peninjauan berbagai wilayah genangan.
Ahmad Luthfi juga mengecek progres pembuatan sodetan di Sungai Sayung, Kabupaten Demak—solusi jangka pendek untuk mengurangi genangan air di area rawan banjir kawasan industri Polytron. Pejabat Pusat dan Menteri PUPR juga sebelumnya telah memantau upaya strategis ini.
Selain itu, Gubernur meminta agar rekayasa cuaca diintensifkan untuk mengurangi curah hujan dan mempercepat susutnya banjir. Sedangkan Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya kolam retensi dan rumah pompa di Terboyo dan Sriwulan agar pembuangan air lebih maksimal, sekaligus mendorong percepatan penambahan pompa bekerja sama dengan Kementerian PU dan BBWS.
Di balik turun lapangan, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin telah menggerakkan seluruh OPD serta kolaborasi lintas sektor sejak awal banjir. BPBD Jateng, misalnya, sigap menangani logistik, evakuasi korban, dan pengadaan dapur umum bersama kabupaten/kota. Dinas Pusdataru menambah delapan pompa berkapasitas total 1.900 liter per detik, aktif 24 jam di titik strategis seperti Kali Tenggang, Terboyo, dan Kali Sringin.
Tambahan dua pompa lagi berasal dari PSDA Tegal dan Kudus, serta upgrade pompa dari solar jadi listrik oleh BBWS Pemali Juana, memastikan operasional lebih lama tanpa henti. Dinas Sosial Jateng turun membagikan 250–300 paket makanan dan minuman per hari untuk sopir serta warga yang terjebak kemacetan akibat genangan.
Dishub dan Dinkes turut berperan lewat rekayasa lalu lintas dan layanan kesehatan keliling. Semua gerak cepat ini berangkat dari instruksi langsung Gubernur dan Wagub demi merespon kondisi genting masyarakat secara total, humanis, dan terintegrasi.
Dengan pendekatan ini, tak hanya genangan mulai menyusut, tapi kepercayaan masyarakat pada kehadiran pemerintah semakin menguat. Kolaborasi semua lini membuat solusi bencana tak sekadar janji—namun nyata hadir dan dirasakan oleh warga Jateng.(*)






