BeritaWonogiri.com (BANDUNG) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi telah menjalankan program pembinaan karakter berbasis militer bagi siswa-siswi yang yang terlibat tawuran, narkoba, bolos sekolah, atau melawan orang tua.
Bekerja sama dengan TNI dan Polri, program ini bertujuan mendisiplinkan anak. Saat ini, program tersebut sudah diterapkan di Kabupaten Purwakarta dan Kota Bandung.
Dikutip antaranews.com. Dedi Mulyadi pertama kali mengungkapkan rencana mengirim siswa nakal ke barak militer saat menghadiri hari ulang tahun ke-26 Kota Depok, Jawa Barat pada 25 April lalu.
Sementara itu di Purwakarta yang telah menjalani program Dedi, mengirim pelajar atau anak-anak nakal yang kerap tawuran di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta.
Sementara Pemerintah Kota Bandung mempercayakan pelaksanaan program ini di Rindam III/Siliwangi, Bandung.
Diketahui, tawuran antar pelajar di tanah air menjadi fenomena yang didak terselesaikan sejak bertahun-tahun silam. Ratusan kasus tawuran pelajar setiap tahun terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Korban luka hingga tewas-pun jumlahnya ribuan. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Tahun 2001 saja mencatat 240 kasus tawuran dengan 35 korban tewas di seluruh Indonesia.
Pada tahun-tahun berikutnya, konflik horizontal antar kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda ini terus berkembang.
Tidak hanya berakibat luka berat dan kematian. Tawuran pelajar kerap kali menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan rumah warga. Tak sedikit siswa yang trauma meski tidak terlibat langsung dalam aksi tawuran.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program ini dirancang untuk membina kedisiplinan dan karakter positif, terutama siswa tawuran, pelanggaran narkoba dan masalah lainnya.
“Kami percaya pelaksanaan program di Rindam III/Siliwangi akan berjalan baik. Kami juga percaya pada integritas dan kesiapan tim dari Rindam,” kata Farhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 Mei 2025.
Farhan berharap, program ini menjadi contoh upaya pembinaan disiplin, melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah provinsi, TNI, hingga masyarakat.
“Kritik tentu akan selalu ada, tapi justru itu penting sebagai bentuk kontrol dan keseimbangan agar program ini berjalan dengan baik dan transparan,” ucapnya.
Pemerintah Kota Depok juga mendukung kebijakan pengiriman pelajar ke barak militer yang dicanangkan Gubernur Jabar.
“Mudah-mudahan program ini jadi solusi permasalahan yang dihadapi orang tua, terhadap kondisi-kondisi anak yang diistilahkan anak nakal itu,” kata Wali Kota Depok, Supian Suri.
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menyatakan kesiapannya mendukung program Gubernur Dedi Mulyadi terkait pengiriman siswa untuk pembinaan karakter.
Ade pun akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Komando Resor Militer (Korem) 051/Wijayakarta dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.
“Komunikasi dengan Korem 051/Wijayakarta, Kodim Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pendidikan akan segera dilakukan untuk menyusun mekanisme pelaksanaan program tersebut,” kata Ade. (Irfandy)







Komentar