BeritaWonogiri.com (BANTUL) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat Parangtritis, Kabupaten Sleman, bisa memanfaatkan tanahnya sebagai bekal masa depan keluarga.
Itu disampikan Nusron usai menyerahkan 811 sertipikat Program Konsolidasi Tanah, kepada warga Parangtritis belum lama ini. Ia pun menekankan pentingnya menjadikan tanah sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan.
“Tolong rawat tanah ini dengan baik, silakan ditanami apa pun yang penting menghasilkan. Semoga berkah, bisa menyekolahkan anak, dinikmati anak cucu bapak ibu untuk ke depannya,” ucap Menteri Nusron usai penyerahan di Kantor Lurah Parangtritis, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.
Menurut Menteri, tanah tidak hanya berfungsi sebagai aset, tetapi warisan yang harus dijaga dan dimanfaatkan demi generasi berikutnya. Ia menyebut, kepemilikan tanah yang sah dan jelas merupakan langkah penting menciptakan ketenangan hidup.
“Bapak ibu sudah punya tanah, semoga bisa hidup lebih tenang dan tentram. Karena sejarahnya manusia diciptakan dari tanah. Manfaatkan tanah ini secara produktif sebagai bekal ibadah kita untuk kembali ke tanah,” tambah Menteri Nusron, disambut antusiasme warga Parangtritis.
Sertipikat dari Menteri Nusron tersebut meliputi tanah seluas 703.844 meter persegi. Dari luasan itu, 169.940 meter persegi akan diperuntukkan masjid, balai pertemuan, pelebaran jalan, pembangunan jalan lingkungan dan fasilitas lainnya.
Warga Parangtritis pun menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Salah satu warga penerima sertipikat dari Dusun Sono, Suhardi, 65 Tahun mengatakan, pemanfaatan hasil penataan itu sebelumnya sudah dirembuk bersama.
“Harapan kami, tanah yang disertipikatkan ini nantinya benar-benar tertata, baik untuk pembuatan jalan maupun kepentingan umum lainnya. Sekarang sudah mulai dipasang patok-patoknya,” ungkap Suhardi.
Suhardi menilai Program Konsolidasi Tanah sangat bermanfaat dan membuka peluang pengembangan lahan ke depannya.
“Konsolidasi Tanah ini jadi harapan masyarakat semua, khususnya pemilik tanah tutupan. Harapannya nanti bisa dikembangkan untuk tanah pertanian, wisata karena tempatnya sangat strategis,” ujar Suhardi. (Irfrandy/GE/RT/Humas Kantor Pertanahan Wonogiri)







Komentar