Pacu Produksi Padi Jateng Capai 10,5 Juta Ton, Pemprov Perkuat Mekanisasi dan Irigasi Sawah

Perlindungan LP2B dan Asuransi Usaha Tani

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat komitmennya sebagai penopang pangan nasional menjelang Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Pemprov menetapkan target produksi padi Jateng sebesar 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG) pada musim tanam 2026, Minggu (16/8/2026).

Hingga periode Januari–Juli 2026, realisasi produksi telah mencapai 6,74 juta ton GKG atau 63,43 persen dari target tahunan. Capaian positif ini didukung oleh panen raya di berbagai daerah, termasuk Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, yang mencatatkan hasil lebih dari enam ton padi per hektare dari lahan seluas 264 hektare.

Ketua Gapoktan Desa Gentan, Joko Mursito, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana pertanian di tingkat tapak.

“Alhamdulillah petani Desa Gentan senang, karena aspirasi kami langsung ditangkap Pak Gubernur. Kami merasa diperhatikan dan nyaman,” ujar Joko Mursito pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa capaian sektor pertanian merupakan hasil kerja keras petani yang didukung kolaborasi perlindungan lahan dan pemanfaatan teknologi. Untuk mengejar target 2026, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan benih dan sarana produksi padi untuk lahan seluas 47.200 hektare, serta komoditas jagung, kedelai, cabai, dan bawang merah.

Guna mempercepat proses tanam, Pemprov Jateng menerapkan pola mekanisasi terintegrasi yang dikenal sebagai “sistem sepur”. Penggunaan mesin pengolah tanah, penanam, hingga pemanen secara berurutan ini memangkas waktu kerja lahan dua hektare dari 10 hari menjadi hanya satu hari.

Dampak nyata modernisasi ini dirasakan pula oleh Kelompok Tani Budi Luhur di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Berkat bantuan irigasi perpompaan (irpom) dan alat mesin pertanian, petani yang semula hanya panen sekali setahun kini mampu panen hingga tiga kali dengan hasil 7–7,5 ton per hektare.

“Sejak mendapat bantuan irpom, petani di sini bisa merasakan panen tiga kali,” kata anggota Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono.

Selain perbaikan 334 paket jaringan irigasi tersier dan pembagian 17 ribu unit pompa air, Pemprov Jateng memperketat perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sebanyak 26 kabupaten/kota telah memenuhi target perlindungan LP2B sebesar 87 persen.

Untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat bencana atau kekeringan, disediakan Asuransi Usaha Tani Padi seluas 10.449 hektare dan subsidi suku bunga bagi 800 paket pembiayaan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa langkah berikutnya adalah menjaga pemerataan arus distribusi hasil panen.

“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi, agar surplus ini bisa merata dan menjaga stabilitas harga,” kata Defransisco. (*)

Komentar