Bisnis Hotel dan Restoran Jawa Tengah Lesu, Dampak Efisiensi Anggaran

PHRI Gelar Sarasehan untuk Bangkitkan Industri Perhotelan

BeritaWonogiri.com (SEMARANG) –  Ketua Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Jateng Heru Isnawan mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran di pemerintahan, berimbas pada kalangan industri perhotelan.

Minimnya kegiatan instansi pemerintah yang memanfaatkan fasilitas perhotelan memicu penurunan pendapatan, bahkan mengancam pengurangan tenaga kerja.

Itu disampaikan Heru dalam acara sarasehan bertema ‘Peran Serta Pengusaha Perhotelan Dalam Mendukung Asta Cita Melalui Kunjungan Wisatawan di Wilayah Jawa Tengah’ di Hotel Grasia Semarang, Kamis (15/5).

“Pemotongan anggaran perjalanan dinas dan rapat mencapai 50%. Ini berdampak signifikan terhadap pendapatan hotel, terutama di segmen meeting, incentive, conference, and exhibitions (MICE),” tutur Heru.

Tentu saja kebijakan pemerintah itu juga berdampak pada pihak-pihak yang berkaitan, di antaranya supplier, biro travel perjalanan, termasuk para pekerja di hotel.

PHRI Jateng sendiri mulai mengoptimalkan pasar dari sektor swasta dan meningkatkan kunjungan wisatawan, pasca kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

Sarasehan yang diikuti Disporapar Jateng dan Ditintelkam Polda Jateng itu digelar sebagai upaya mengantisipasi semakin terpuruknya industri perhotelan berkepanjangan.

Selain menghadirkan nara sumber Ketua PHRI  Heru Isnawan, juga Kabid Pemasaran Pariwisata (Disporapar) Jateng Endro Wicaksa. Kegiatan dibuka Kasubid 2 Ditintelkam Polda Jateng AKBP Mashudi SH.

Kasubdit 2 Ditintelkam Polda Jateng AKBP Mashudi SH, mengatakan kebijakan efisiensi anggaran o tidak dipungkiri memang dampaknya sagat dirasakan pengusaha perhotelan. Namun, apapun kebijakan itu tetap harus dihormati dan melaksanakan bersama.

Menurutnya, dengan kolaborasi antara Polri, pelaku usaha perhotelan dan dinas pariwisata diharapkan bisa menghasilkan nilai yang positif hingga industri perhotelan kembali bangkit.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta dalam mendukung situasi Kamtibmas di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata Disporapar Jateng, Endro Wicaksana mengatakan pihaknya kini mulai gencar melakukan berbagai promosi. Tidak hanya melalui media sosial, layar iklan videotron, tetapi juga roadshow ke berabagi daerah di luar Jateng.

Hasilnya cukup efektif. Terbukti kunjungan wisatawan ke Jateng pun mengalami kenaikan, jika pada 2023 kunjungan wisata Jateng hanya 56.485.087 orang, mengalami lonjakan menjadi 68.887.558 orang pada 2024.

Sementara kunjungan wisatawan mancanegara pada 2023 tercatat hanya 464.719 orang, mengalami peningkatan menjadi sebanyak 593.168 orang pada 2024.

Kontribusi sektor pariwisata pun melonjak, jika pada 2023 hanya sebesar Rp49,938 miliar, mengalami kenaikan menjadi Rp56.563 miliar. (Irfandi**)

Komentar