BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Target PAD Jawa Tengah 2027 mulai disiapkan lebih matang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna mendongkrak kemandirian pendapatan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat membuka Pra Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2026 dan Penyusunan Rencana Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Kantor Bapenda Jateng, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, kontribusi BUMD dan BLUD menjadi kunci dalam memperkuat struktur PAD Jawa Tengah 2027 agar lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sumarno menegaskan bahwa kepala daerah memiliki harapan besar terhadap kemandirian fiskal.
Ia menjelaskan, secara instrumen dan tata kelola, strata pengelolaan BUMD dan BLUD lebih maju dibanding Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam struktur tersebut, OPD berada di tingkat paling rendah, BLUD di tingkat menengah, dan BUMD di posisi tertinggi karena mengusung konsep bisnis.
“BUMD ini tertinggi karena konsepnya adalah bisnis. Kami berharap BUMD dan BLUD terus meningkatkan profesionalisme agar berkembang dengan baik dan berkontribusi nyata pada PAD,” ujar Sumarno.
Sumarno menambahkan, baik BUMD maupun BLUD memiliki Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta dewan pengawas, yang tidak dimiliki OPD. Dengan instrumen tersebut, pengelolaan dinilai lebih profesional dan terukur dalam mendukung peningkatan PAD Jawa Tengah 2027.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Masrofi, menyampaikan bahwa pihaknya terus membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta OPD di lingkungan Pemprov Jateng.
Masrofi mengakui, target pendapatan tahun anggaran 2026 menghadapi tantangan, terutama akibat kebijakan pemerintah pusat yang memengaruhi asumsi perhitungan target.
“Kami menyadari untuk mencapai target pendapatan 2026 masih diperlukan kerja keras dan strategi yang lebih kreatif,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya akan mengoptimalkan sarana-prasarana serta sumber daya manusia yang tersedia. Berbagai inovasi juga disiapkan sebagai fondasi menyongsong PAD Jawa Tengah 2027 yang lebih kuat.
Dorongan terhadap BUMD dan BLUD merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat kemandirian fiskal. Dengan tata kelola profesional dan orientasi bisnis yang sehat, BUMD diharapkan mampu memberikan dividen signifikan bagi daerah.
Sementara BLUD, melalui fleksibilitas pengelolaan keuangan, diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memberikan kontribusi pendapatan.
Pra Rapat Koordinasi Pendapatan ini menjadi langkah awal menyusun arah kebijakan fiskal yang realistis dan adaptif. Pemerintah optimistis, dengan sinergi dan inovasi berkelanjutan, target PAD Jawa Tengah 2027 dapat tercapai sesuai harapan. (Sya)








Komentar