Prodi HTN Review Kurikulum, Berikut Pilihan Profesi Jika Lulus

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri melakukan review kurikulum di Kampus Wonogiri secara online akhir pekan kemarin.

Hadir sebagai reviewer dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Syaifullahil Maslul, MH. Pada agenda itu hadir pula Ketua Staimas Wonogiri, Atik Nurfatmawati, SE, MIKom, jajaran wakil ketua, LPM, LPPM, dosen-dosen Prodi HTN, stakeholder dan mahasiswa.

Atik berharap melalui review kurikulum itu Prodi HTN dapat mempersiapkan lebih matang untuk menghasilkan alumni yang dibutuhkan di dunia kerja dan di masyarakat.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental Pelajar Usia SMP, Dosen Staimas Bagikan 5 Tips

Syaiful menyampaikan alur pembahasan kurikulum yaitu mulai dari menentukan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, struktur mata kuliah dan rencana pembelajaran studi.

Menurut Syaiful ada tiga saran dan masukan yang bisa dipertimbangkan dalam menentukan profil lulusan. Pertama, kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan pemerintah misalnya ASN.

Kedua dunia usaha maupun industri  seperti perusahaan. “Ketiga adalah kebutuhan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai contoh ilmuwan,” imbuh Pengurus Asosiasi Pengajar HTN-HAN DIY itu.

Dikemukakan Syaiful, sesuai kesepakatan nasional, seyogianya profil lulusan program studi disusun oleh kelompok program studi (Prodi) sejenis sehingga terjadi kesepakatan yang dapat diterima dan dijadikan rujukan secara nasional.

BeritaWonogiri.com/Nadhiroh

Dia mengemukakan arah pemetaan baru untuk lulusan Prodi HTN yaitu sebagai peneliti, praktisi hukum dan pegiat sosial.
“Peneliti hukum difokuskan kepada institusi lembaga yang membutuhkan serta pengembangan hukum umum dan Islam,” lanjut Syaiful yang juga menjadi auditor LPM UIN Sunan Kalijaga itu.

Pada praktisi hukum, di antaranya hakim, analis perkara, legislator, advokat, tenaga ahli, legalofficer, komsioner, mediator dan polisi.

“Lulusan Prodi HTN juga bisa menjadi pegiat sosial seperti penyuluh hukum atau agama, penghulu, LSM atau NGO dan pendamping PKH,” kata Syaiful yang merupakan pengruus Lembaga Studi dan Bantuan Hukum UIN Suka itu.

Sedangkan Kaprodi HTN, Muhammad Rosyid, MH, CPM berharap melalui review kurikulum itu akan mendapatkan banyak masukan-masukan untuk penyusunan kurikulum.

Salah satu stakeholder, Abdul Faqih Jauhari, MH, menuturkan saat ini tengah berkembang pilihan profesi bagi lulusan HTN yaitu lawpreneur.

BeritaWonogiri.com/Nadhiroh

Faqih yang merupakan Analis Perkara Peradilan di Pengadilan Tinggi Surabaya itu menuturkan lawpreneur merupakan profesi yang bisa ditekuni selain profesi-profesi bidang hukum yang sudah berkembang.

“Lulusan Prodi HTN tidak hanya menjadi hakim, polisi, advokat atau profesi lain yang sudah banyak berkembang. Menjadi lawpreneur dan analis perkara bisa menjadi pilihan,” imbuhnya.

Lawpreneur adalah bisnis di industri hukum. Seorang lawpreneur dapat menjalankan beberapa hal, di antaranya membuat dan menawarkan solusi teknologi hukum kepada industri hukum, membantu kantor hukum dalam membuat dan menerapkan model berlangganan untuk layanan mereka, atau membuat dan memberikan bentuk bantuan lain bagi mereka yang bekerja di industri hukum.

Lawyer di Wonogiri, Irawan Adi Wijaya, MH, mengatakan, alumni Prodi HTN masih memiliki peluang besar di Kabupaten Wonogiri untuk ikut menangani kasus-kasus perceraian, KDRT dan sebagainya.

Kaprodi HTN STAIMAS Wonogiri, Muhammad Rosyid, MH, CPM menyampaikan mahasiswa supaya tidak hanya berpaku pada pekerjaan di bidang hakim, advokat dan sejenisnya. “Lulusan Prodi HTN juga bisa membuka jasa hukum sehingga kami berharap lawpreneur menjadi bekal lulusan untuk membuka bisnis yang bermanfaat berbasis teknologi dan informasi hukum,” imbuh Rosyid. (Nadhiroh/*)

Komentar