Fantastis, Transaksi Narkoba di Indonesia Capai Rp 524 Triliun Per Tahun

Diberantas Makin Bebas, Dibasmi Malah Semakin Menjadi-jadi

BeritaWonogiri.com (JAKARTA) – Upaya Pemerintah Indonesia memberantas Narkoba di tanah air, ternyata tidak mampu menekan peredaran obat berbahaya tersebut. Bahkan transaksi Narkoba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Dikutip dari data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ,Tahun 2024 lalu tercatat transaksi narkoba baru sekitar Rp99 Triliun per tahun.

Sementara berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkirakan potensi nilai transaksi belanja narkoba di Indonesia mencapai Rp524 triliun per tahun.

Alasannya klasik, kekurangan sumber daya, terbatasnya sarana prasarana, dan minimnya angaran.

“Makanya dalam rencana strategis periode 2025—2029, BNN akan melakukan penguatan sumber daya dan infrastruktur agar lebih optimal  menangani permasalahan narkoba,” kata Sekretaris Utama BNN Irjen Pol. Tantan Sulistyana, dikutip antaranews.com

Ancaman narkoba kini makin kompleks dan mengkhawatirkan, baik dari sisi prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia maupun di dunia.

Tantan menjelaskan, salah satu tujuan utama Strategi BNN 2025—2029 adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan bebas dari pengaruh narkoba.

Strategi bertajuk Bersih Narkoba untuk SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dengan SDM yang sehat dan berkualitas.

Kendati demikian, Sekretaris Utama BNN tak menampik terdapat tantangan dalam pelaksanaan tugasnya, termasuk keterbatasan SDM, sarana dan prasarana, hingga keterbatasan anggaran.

Dalam kesempatan sama, Penasihat Menteri PPN Noor Marzuki menyoroti besarnya angka potensi transaksi belanja narkoba ilegal (542 Triliun) tersebut.

Jumlah itu, kata dia, sangat fantastis jika dibandingkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025 sebesar Rp71 triliun.

Noor Marzuki menganalogi, negara membutuhkan Rp71 triliun untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak. Namun, di sisi lain terdapat perputaran Rp524 triliun per tahun dalam perdagangan narkoba yang justru berpotensi menghancurkan masa depan anak-anak Indonesia.

Oleh sebab itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy sependapat bahwa narkoba merupakan permasalahan serius yang harus segera ditangani secara sistematis dan komprehensif.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom menyampaikan apresiasi atas dukungan Menteri PPN beserta jajaran dalam mendukung pelaksanaan P4GN.

Marthinus juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras mendukung program-program Presiden RI, khususnya dalam menangani permasalahan narkoba di Tanah Air guna mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba. (Irfandy)

Komentar