Beritawonogiri.com [PONOROGO] – Kabupaten Ponorogo merayakan Hari Jadi ke-529 dengan upacara bendera meriah di halaman Pendopo Agung pada Senin (11/8/2025). Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bertindak sebagai pembina upacara, dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa, TNI/Polri, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan veteran.
Dalam sambutannya, Kang Giri, sapaan akrab bupati, mengajak para pemimpin daerah melakukan introspeksi diri untuk menjadi teladan bagi generasi muda yang akan melanjutkan estafet pembangunan Ponorogo.“Anak-anak muda menunggu keteladanan dari pemimpin dan senior mereka.
Kita harus hadir sebagai contoh yang baik,” tegas Sugiri. Ia juga mengapresiasi gotong royong seluruh elemen masyarakat yang telah membawa Ponorogo mencapai berbagai keberhasilan. “Keberhasilan hari ini bukan karena satu orang, tetapi hasil kerja bersama.
Tugas kita sekarang adalah menjadikan Ponorogo lebih baik,” ujar bupati dua periode ini, seraya menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan zaman.Upacara diawali dengan penampilan memukau dari grup reog Singo Taruno Budoyo SMPN 1 Ponorogo, pemenang Festival Reog Remaja (FRR) XXI/2025. Penampilan ini memperkuat identitas Ponorogo sebagai kota budaya yang menjaga warisan seni reog sebagai bagian dari kebanggaan daerah.
Menurut data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ponorogo, seni reog telah menjadi daya tarik wisata yang menyumbang 12 persen pendapatan sektor pariwisata pada 2024, dengan jumlah pengunjung ke festival budaya mencapai 150.000 orang.
Sejarah Ponorogo berakar pada tahun 1482, ketika Raden Katong mulai menata wilayah Wengker, hingga resmi berdirinya Kadipaten Ponorogo pada 11 Agustus 1496. Peringatan Hari Jadi ke-529 mengusung tema “Kidung Aruna Kinanthi”, yang mengajak masyarakat bersinergi dalam harmoni untuk menjaga warisan budaya, mempercepat pembangunan, dan memperkuat kebersamaan.
Tema ini sejalan dengan visi Ponorogo sebagai kabupaten yang maju, berbudaya, dan berdaya saing.Sugiri menambahkan, pembangunan Ponorogo ke depan akan fokus pada peningkatan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi kreatif berbasis budaya. “Kita harus terus melangkah bersama, menyalakan semangat kebersamaan untuk menghadapi tantangan global,” tutupnya.
Peringatan ini juga diisi dengan kegiatan seni budaya dan pameran UMKM, yang diharapkan semakin memperkuat identitas dan perekonomian lokal Ponorogo.






