Beritawonogiri.com [DEMAK] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan melalui program Pesantren Obah dengan menyerahkan bisyaroh kepada 12 santri hafidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Darus Salam, Ngemplak, Jleper, Mijen, Demak, pada Senin (11/8/2025).
Penyerahan ini menjadi bagian dari Haflah Khotmil Qur’an ke-40, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Haul ke-38 Simbah KH. Siroj bin KH. Hasan, yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, atau akrab disapa Gus Yasin.Dalam sambutannya, Gus Yasin menegaskan bahwa program Pesantren Obah bertujuan memuliakan para penghafal Al-Qur’an sekaligus memperkuat ekosistem pesantren di Jawa Tengah. “Supaya pemerintahan dapat barokah dan terus membangun serta menyejahterakan masyarakat, kita dukung para hafidz melalui insentif ini,” ujarnya.
Selain bisyaroh, program ini mencakup beasiswa santri untuk kuliah di dalam dan luar negeri, dengan target destinasi seperti Mesir, Jerman, Korea, Jepang, dan Australia mulai 2026, bekerja sama dengan 40 kampus di Indonesia.
Pesantren Obah juga menggalang kolaborasi lintas organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Sarekat Guru Nahdlatul Ulama (SGN), untuk mendukung pengembangan pesantren. Menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, terdapat 5.318 pesantren di Jawa Tengah pada 2024, dengan 1,2 juta santri, menjadikan program ini strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.
Seleksi beasiswa melibatkan alumni santri luar negeri untuk memastikan calon penerima memenuhi standar akademik dan keagamaan. Dalam tausiyahnya, Gus Yasin menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Allah dekat dengan kita, tetapi kedekatan itu harus dibarengi rasa takut dan kesadaran penuh.
Santri yang telah diwisuda harus terus belajar agar Al-Qur’an menjadi imam, bukan sekadar wahyu,” pesannya. Ia juga mengingatkan para santri untuk terus memperdalam ilmu agar dapat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pemprov Jateng berharap Pesantren Obah dapat mendorong semangat santri dalam memperdalam ilmu agama, memperluas akses pendidikan, dan berkontribusi bagi masyarakat. “Program ini tidak hanya soal insentif, tetapi juga membangun generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” tutup Gus Yasin.
Acara ini dihadiri pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, dan ratusan santri, yang antusias menyambut dukungan Pemprov Jateng untuk masa depan pendidikan keagamaan.






