Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pentingnya penerapan standar higienis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mendorong Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk mempercepat penerbitan Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Sertifikat higienis adalah permintaan dari pusat. Kewenangan mengeluarkan ada di dinas kesehatan kabupaten/kota. Kami minta percepat, maksimal 20 hari sudah keluar,” kata Sumarno usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng, Rabu (1/10/2025).

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sumarno menegaskan bahwa SLHS bukan sekadar formalitas. Ia menekankan penerapan nyata aturan di lapangan agar benar-benar menjamin keamanan pangan (food security) bagi siswa penerima program MBG.
Menurut Sumarno, Pemprov Jateng berkomitmen memastikan menu MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga layak dan aman dikonsumsi. Upaya ini ditempuh dengan melakukan assesment menyeluruh pada proses produksi, mulai dari cara penyimpanan, pencucian bahan, kelayakan air, hingga waktu penyajian makanan.
SLHS sendiri menjadi syarat wajib sesuai dengan Permenkes No. 17 Tahun 2024 dan pedoman Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) tentang higiene dan sanitasi. Hal ini mengacu pada standar nasional yang berlaku agar setiap makanan yang disajikan memenuhi kriteria higienitas.
Indikator penerbitan SLHS meliputi banyak aspek teknis. Beberapa di antaranya adalah lokasi dapur, bangunan, fasilitas air bersih, ventilasi, sistem pembuangan limbah, kebersihan peralatan, sarana pengolahan makanan, serta kualitas bahan baku. Semua bahan harus dipastikan tidak kedaluwarsa dan bebas dari cemaran.
“Jangan sampai SLHS hanya jadi formalitas. Lebih penting adalah penerapan aturan di lapangan, sehingga anak-anak kita mendapatkan makanan yang benar-benar higienis dan aman,” tegas Sumarno.
Dengan langkah ini, Pemprov Jateng optimis pelaksanaan program MBG bisa berjalan lebih berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus menjawab kekhawatiran publik soal keamanan pangan setelah kasus keracunan yang sempat terjadi di beberapa daerah.(*)







Komentar