9.247 Aduan Masuk ke Pemprov Jateng via JNN dan Call Center

Melalui aplikasi mobile Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) dan program Kantor Gubernur Rumah Rakyat, Pemprov Jawa Tengah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dan responsif.

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Dalam era pemerintahan digital, kecepatan layanan kerap menjadi tolok ukur utama. Namun, Pemprov Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meyakini bahwa esensi pelayanan publik yang sesungguhnya terletak pada kedekatan dan kehadiran negara yang bisa dirasakan masyarakat. Komitmen untuk membangun kedekatan yang relevan dengan zaman, tanpa kehilangan sentuhan manusiawi, kini diwujudkan melalui inovasi platform digital Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) dan program fisik Kantor Gubernur Rumah Rakyat.

JNN merupakan aplikasi mobile resmi Pemprov Jawa Tengah yang dapat diunduh di perangkat Android dan iOS. Aplikasi ini dirancang sebagai pusat layanan dan interaksi satu pintu, mengubah paradigma dari pemerintah yang menunggu menjadi pemerintah yang aktif menjemput bola.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa TengahAgung Hariyadi, menjelaskan bahwa JNN adalah ikhtiar konkret untuk memangkas jarak. “JNN sebagai ikhtiar untuk memangkas jarak antara negara dan warganya. Pengembangan fitur terus kami lakukan, menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di dalam satu aplikasi, warga dapat mengakses beragam fitur mulai dari kanal pengaduan 24 jam, call center 150945 (Isogas), berita terkini seputar Jawa Tengah, hingga bursa kerja yang terhubung dengan platform e-Makaryo. Layanan praktis seperti cek pajak kendaraan, daftar fasilitas kesehatan (faskes), layanan administrasi kependudukan (Dukcapil), dan informasi transportasi Trans Jateng juga tersedia. Bahkan, terdapat ruang khusus “Zilenial” untuk generasi muda dan fitur musiman seperti “Mudik Nataru” yang menyediakan info posko, CCTV, kondisi lalu lintas, hingga lokasi SPKLU.

Sejak diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Ahmad Luthfi pada Agustus 2025, JNN mulai menunjukkan dampaknya. Hingga Desember 2025, tercatat 7.034 pengguna telah mengunduh aplikasi ini. Dari sana, mengalirlah ribuan aspirasi dan laporan.

“Total aduan yang masuk mencapai 9.247 aduan, dan 3.020 di antaranya berasal langsung dari aplikasi JNN,” jelas Agung Hariyadi. Angka ini menjadi indikator awal tumbuhnya kepercayaan publik untuk terlibat aktif. Dari total aduan tersebut, sebanyak 5.449 aduan atau sekitar 59% telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi dan tindak lanjut oleh OPD terkait.

Aduan yang masuk sangat beragam, meliputi laporan jalan rusakpenerangan umum (PJU), fasilitas publik, keluhan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga penyaluran bantuan sosial. “Masyarakat memberikan kontrol terhadap program pemerintah. Dengan laporan itu, kekurangan bisa segera dibenahi,” tambah Agung.

Memahami bahwa tidak semua lapisan masyarakat akrab dengan teknologi, Pemprov Jawa Tengah tetap menjaga pendekatan konvensional yang personal melalui program Kantor Gubernur Rumah Rakyat. Di sini, warga dapat datang langsung, duduk, dan berbicara menyampaikan keluhan tanpa sekat birokrasi yang kaku.

“Kantor Gubernur juga menjadi tempat pelayanan langsung kepada masyarakat,” terang Agung Hariyadi. Program ini tidak hanya berpusat di Semarang, tetapi juga hadir di kantor eks-Bakorwil di Pati, Solo, dan Banyumas, memastikan pemerintahan yang mendekat ke warga, di mana pun mereka berada.

Kolaborasi antara JNN sebagai saluran digital dan Rumah Rakyat sebagai saluran fisik merefleksikan arah kebijakan Pemprov Jawa Tengah yang inklusif dan responsif. Teknologi dimanfaatkan untuk efisiensi dan jangkauan yang luas, sementara ruang tatap muka dipertahankan untuk memastikan tidak ada warga yang terpinggirkan.

Inisiatif ini sejalan dengan semangat transformasi digital pemerintah yang dicanangkan secara nasional, namun dengan penekanan kuat pada aspek pelayanan dan partisipasi. Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintahan yang baik bukan diukur dari kecanggihan teknologinya semata, tetapi dari kemauannya untuk hadir, mendengar, dan menanggapi setiap suara warganya. Melalui JNN dan Rumah Rakyat, Pemprov Jawa Tengah berusaha memastikan bahwa negara tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga benar-benar terasa dekat di hati dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Tengah.(*)

Komentar