Ferry Juliantono Dorong CSR Perkuat Koperasi Desa

Menkop ajak dunia usaha terlibat dalam penguatan program Kopdes/Kel Merah Putih

Beritawonogiri.com [TANGERANG] – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, dan sektor swasta untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Hal ini disampaikan saat dirinya membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengoperasian dan Serah Terima Dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Mock Up di Tangerang, Kamis (16/10).

Dalam kegiatan tersebut, Ferry Juliantono hadir didampingi Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus dan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih. Mereka menekankan bahwa peningkatan kapasitas koperasi berbasis desa harus berjalan seiring dengan dukungan korporasi melalui program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.

Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, antara lain Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani, Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Siswanto, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, serta Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah dan penegak hukum ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong transparansi serta akuntabilitas penyaluran dana CSR.

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh korporasi melalui saluran CSR kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi model nyata bagaimana dunia usaha bisa berperan aktif dalam memperkuat ekonomi lokal. Ia menilai, kolaborasi serupa penting untuk terus digalakkan agar koperasi di tingkat desa tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif berbasis masyarakat.

Ferry juga mengajak pelaku usaha untuk tidak sekadar menyalurkan dana CSR secara simbolik, melainkan menjadikannya investasi sosial jangka panjang. “Koperasi bisa menjadi mitra strategis dalam rantai pasok dan pemasaran produk lokal,” ujarnya. Ia menambahkan, bila koperasi mampu menjalin kemitraan dengan sektor swasta, maka akan tercipta stabilitas ekonomi desa yang lebih kuat.

Program Kopdes/Kel Merah Putih, lanjut Ferry, dirancang untuk memfasilitasi pengembangan ekonomi inklusif di desa-desa seluruh Indonesia. Melalui program ini, koperasi didorong menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, transparan, dan siap menghadapi tantangan digitalisasi. Pemerintah juga terus menyiapkan pendampingan serta pelatihan agar setiap koperasi mampu mengelola dana CSR dengan efektif dan akuntabel.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Menkop. Ia berharap, kerja sama antara pemerintah daerah, PSSI, dan dunia usaha dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mendorong pemerataan ekonomi. “Dengan model Kopdes/Kel Merah Putih ini, kita bangun semangat kemandirian ekonomi dari desa,” ujarnya.

Acara Bimtek tersebut ditutup dengan simbolisasi serah terima dana CSR kepada sejumlah koperasi percontohan. Langkah ini menjadi tonggak baru pembentukan ekosistem kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta demi mempercepat terwujudnya ekonomi kerakyatan yang tangguh, berdaya saing, dan berkeadilan.(*)

Komentar