Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Yuk kenal lebih dekat dengan Ferry Juliantono, sosok yang kini dipercaya Presiden untuk memimpin Kementerian Koperasi (Kemenkop). Usai prosesi serah terima jabatan, Menkop Ferry menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan bahwa tahap kedua program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan dilanjutkan. Program ini sebelumnya telah dirintis bersama jajaran Kemenkop di bawah kepemimpinan Budi Arie Setiadi. “Koperasi adalah fondasi ekonomi rakyat. Kami ingin menghadirkan koperasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” ujarnya.
Ferry Juliantono lahir di Jakarta, 27 Juli 1967. Ia dikenal sebagai teknokrat, aktivis, birokrat, sekaligus politikus. Sebelum menjabat Menkop, Ferry adalah Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (2021–2026), serta Ketua Umum IKA Unpad 2024–2028 yang terpilih secara aklamasi. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bidang Penggalangan Massa (2020–2025).
Karier Ferry cukup panjang dan beragam. Ia pernah menjadi auditor keuangan, konsultan perbankan, hingga komisaris perusahaan. Pada 2024, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Koperasi mendampingi Budi Arie. Saat itu, ia mendorong rebranding koperasi, pengembangan koperasi berbasis digital, serta penguatan peran koperasi di pasar tradisional.
Ferry juga tercatat pernah meluncurkan aplikasi diPasar, sebuah platform digital yang memudahkan transaksi kebutuhan pokok di pasar, sekaligus mendukung pedagang kecil dalam menghadapi era digital.
Kini, setelah resmi dilantik menjadi Menteri Koperasi pada 8 September 2025, Ferry membawa semangat baru. Ia menegaskan koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, bukan hanya formalitas. “Kami akan hadirkan koperasi yang modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Koperasi harus menjadi rumah ekonomi rakyat,” tegasnya.
Kehadiran Ferry di kursi Menteri Koperasi menambah optimisme masyarakat, terutama para pelaku UMKM dan koperasi desa. Dengan latar belakang teknokrat sekaligus aktivis, Ferry diharapkan mampu menjembatani kepentingan rakyat kecil dengan arah kebijakan pemerintah.(*)






