Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonogiri kini mendapat pengawalan ketat dari Polres Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan sekaligus mencegah kasus keracunan yang sempat menjadi sorotan publik.
Rapat koordinasi dan arahan digelar di ruang pertemuan Arjuna Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Teguh Santoso, serta perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan UPTD Puskesmas se-Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan bahwa kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk insiden di SMAN 2 Wonogiri, harus menjadi pelajaran penting.
“Per tanggal 27 September 2025, tercatat 5.914 penerima manfaat SPPG mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Ini adalah langkah pencegahan bersama agar tidak terulang kembali,” tegas AKBP Wahyu.
Senada dengan Kapolres, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono mengingatkan agar seluruh petugas SPPG lebih waspada.
“Kami ingatkan kepada Kasatpel SPPG untuk selalu teliti dalam bertugas. Jangan ada intervensi negatif, dan pastikan komunikasi dengan tim kesehatan berjalan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Teguh Santoso menjelaskan bahwa rapat ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi bahaya makanan.
“Dengan kegiatan MBG, kita bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Puskesmas juga sudah kami himbau untuk memperkuat koordinasi dengan petugas SPPG,” jelas Teguh.
Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi wadah pembinaan dan pendampingan bagi para Kasatpel SPPG, agar mereka memiliki keterampilan dalam mencegah masalah keamanan pangan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjamin program MBG tetap aman, sehat, dan bermanfaat bagi ribuan penerima manfaat di Wonogiri.
Dengan langkah pengawalan bersama ini, pemerintah daerah optimistis program MBG dapat berjalan lancar, tanpa menimbulkan insiden yang merugikan masyarakat.(*)







Komentar