Kebijakan Vokasi Jateng Sukses Kurangi Pengangguran 2025

BPKP puji Pemprov Jateng atas sinergi vokasi dan industri, TPT turun jadi 4,33% menurut rilis terbaru BPS.

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah menilai kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi dalam memperkuat pendidikan vokasi serta kemitraan industri mulai menunjukkan hasil positif nyata. Angka pengangguran terbuka di Jawa Tengah kini menurun jadi 4,33 persen, atau sekitar 948 ribu jiwa pada tahun 2025—berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah untuk Februari 2025.

Hal itu terungkap melalui laporan “Vokasi Terkoneksi, Pengangguran Tereduksi” yang diserahkan Kepala Perwakilan BPKP Jateng, Buyung Wiromo Samudra, kepada Gubernur Ahmad Luthfi di kantor Gubernur pada Selasa, 28 Oktober 2025. Dalam laporan semester I ini, BPKP menilai sistem pendidikan vokasi di Jawa Tengah sudah diarahkan dengan baik untuk menekan angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan dunia kerja secara relevan.

Foto bersama Kepala Perwakilan BPKP Jateng usai menyerahkan laporan vokasi kepada Gubernur Ahmad Luthfi, bersama jajaran. (Foto: Zulkarnain)

Buyung menyebutkan, BPKP menyoroti empat aspek utama dalam pengawasan: peningkatan akses dan kualitas lulusan vokasi, penguatan pendidikan dan pelatihan, optimalisasi penyerapan lulusan di kawasan industri, serta peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung penurunan pengangguran. “Investasi yang masuk digalakkan di sektor padat karya, dengan harapan serapan tenaga kerja semakin optimal,” ujarnya.

Salah satu contoh nyata strategi sukses yang sudah berjalan adalah kehadiran sekolah vokasi di Kawasan Industri/Ekonomi Kendal. Selain itu, sinergi Pemprov dengan perusahaan industri melalui Balai Latihan Kerja (BLK) juga dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas SDM agar langsung terserap begitu keluar dari BLK.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Pemprov Jateng komitmen dalam menarik investor padat karya sehingga angka pengangguran bisa ditekan maksimal. “Makanya salah satu jalan, sekolah vokasi kita perbesar dan BLK kita disambungkan langsung dengan perusahaan, agar penyerapan kerja langsung terjadi,” tuturnya. Pemerintah terus melakukan transformasi vokasi sesuai kebutuhan industri, termasuk peningkatan bidang otomotif, komputer, dan kini juga tata busana guna memenuhi permintaan kawasan industri garmen.

BPS Jateng merilis, tingkat pengangguran terbuka Jawa Tengah per Februari 2025 kini berada di angka 4,33 persen, turun dari 4,78 persen pada Agustus 2024. Penurunan signifikan ini menunjukkan efektivitas strategi pendidikan berbasis vokasi dan link-and-match industri yang terus digalakkan Pemprov bersama mitra usaha.

Langkah strategis pemerintah daerah di bidang vokasi dan BLK tidak hanya menekan tingkat pengangguran terbuka, namun juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta daya saing investor di Jawa Tengah. Kolaborasi antar OPD, pelaku industri, dan lembaga pelatihan terus diperkuat agar alumni-alumni vokasi benar-benar siap kerja dan produktif.

Berbagai upaya sinergi dan koordinasi lintas sektor ini diharapkan semakin mampu menekan angka pengangguran terbuka, mengurangi gap antara SDM dan kebutuhan kerja, serta membawa Jawa Tengah pada percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *