Pemprov Jateng Fasilitasi Pemulangan Warga dari Aceh

Warga asal Jateng terdampak banjir bandang Aceh dipulangkan dengan pesawat Hercules

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulangkan sebanyak 100 warga asal Jawa Tengah yang terdampak banjir bandang di Sumatra, khususnya di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Pemulangan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan, keselamatan, dan kepastian pemulihan bagi warganya, meskipun berada di luar wilayah provinsi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, seluruh warga tersebut sebelumnya telah berada di lokasi pengungsian selama kurang lebih tiga pekan akibat bencana banjir bandang yang melanda kawasan tempat mereka bekerja. Proses pemulangan dilakukan setelah melalui koordinasi lintas instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah terdampak.

“Ini sudah kita koordinasikan dengan daops di Sumatra. Warga sudah diberangkatkan dan dijemput oleh Setda serta para bupati masing-masing daerah,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan para warga dapat kembali ke daerah asal dengan aman serta memperoleh pendampingan lanjutan dari pemerintah daerah setempat. Pemprov Jateng juga memastikan seluruh keluarga korban telah dihubungi sebelum proses pemulangan dilakukan.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dari total 100 warga yang dipulangkan, sebanyak 54 orang berasal dari Kabupaten Cilacap, 34 orang dari Brebes, 7 orang dari Pemalang, 3 orang dari Kebumen, serta masing-masing 1 orang dari Kabupaten Pekalongan dan Grobogan.

“Paling banyak berasal dari Cilacap dan Brebes, kemudian Pemalang. Rata-rata mereka bekerja sebagai peneres. Semua keluarga sudah kami hubungi,” jelas Ahmad Luthfi.

Pemulangan para warga dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara melalui Bandara Takengon, Aceh, sekitar pukul 11.00 WIB. Pesawat tersebut kemudian transit di Medan, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan tiba sekitar pukul 14.15 WIB, 20 Desember 2025.

Setibanya di Jakarta, para warga tidak langsung dipulangkan ke daerah masing-masing. Mereka terlebih dahulu mendapatkan fasilitas istirahat dan konsumsi yang disediakan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari layanan kemanusiaan dan pemulihan kondisi fisik pascabencana.

Selanjutnya, Pemprov Jateng memfasilitasi transportasi lanjutan menuju daerah asal. Sebanyak dua unit bus disiapkan untuk mengantar warga menuju Kabupaten Cilacap, dan satu unit bus menuju Kabupaten Brebes. Sementara itu, warga asal Grobogan dan Kebumen difasilitasi dengan layanan transportasi travel hingga tiba di kampung halaman masing-masing.

Tidak hanya berhenti pada pemulangan, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian pada aspek pemulihan ekonomi para warga terdampak. Melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, pemerintah memberikan bantuan modal usaha sementara guna membantu warga kembali bangkit setelah kehilangan mata pencaharian akibat bencana.

“Transportasi kita bantu semua. Bahkan setelah sampai daerah asal, kita berikan modal usaha agar mereka bisa melanjutkan hidup dan melakukan pemulihan ekonomi di kampung halaman,” ungkap Ahmad Luthfi.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan kemandirian ekonomi para warga, sekaligus mencegah terjadinya kerentanan sosial pascabencana. Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan perlindungan bagi warganya di mana pun berada, terutama saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *