BeritaWonogiri.com (SEMARANG) – Sebanyak 438 pejabat di Jawa Tengah selama sepekan (10-16 Juni 2025) akan digembleng mengikuti program Manunggal Leadership Retreat ‘Ngopeni Nglakoni’.
Mereka terdiri dari para wakil bupati/walikota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan.
Retreat abdi negara yang digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng ini, berfokus pada penguatan wawasan kebangsaan dan penjabaran visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan itu dibuka Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Selama sepekan ke depan, peserta akan mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga nasional, seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejaksaan Tinggi, hingga tokoh agama dan widyaiswara BPSDMD Jateng.
“Membangun Jateng tidak bisa kasuistik, tidak bisa apple to apple, tetapi dibutuhkan sinergi dan kolaborasi. Tidak boleh ada ego sektoral, tapi di situ ada nafas kebersamaan dalam rangka membangun Jawa Tengah,” tegas Luthfi.
Menurutnya, Manunggal Leadership Retreat ‘Ngopeni Nglakoni’ merupakan bentuk nyata integrasi program di Jawa Tengah dengan Asta Cita Presiden RI, yang tak hanya disampaikan dalam materi, tetapi dijalankan melalui aksi konkret di lapangan.
Retret tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan pengembangan kompetensi ASN, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017.
“Untuk eselon 2 dan 3, pelatihan ini sudah mencakup 36 (jam) pelajaran. Artinya, secara tidak langsung, otomatis, profesionalisme, dan merit sistem terkait dengan kepegawaian, terpenuhi. Jawa Tengah menjadi lebih maju, berkelanjutan, menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Luthfi.
Pemprov Jateng sendiri mencanangkan 136 program di acara ini, terdiri 11 program prioritas, 22 Program Intervensi, 61 Program Aksi dan 42 Program Taktis. Program tersebut merupakan penjabaran dan selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Asta Cita Presiden RI.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, dalam laporannya menyebut jumlah peserta retret sebanyak 438 orang, terdiri dari wakil bupati atau wakil wali kota 35 orang, pejabat Tim Percepatan Pembangunan Daerah 5 orang.
Kemudian Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah 40 orang, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 42 orang, Jabatan Administrator 298 orang, serta Analis Kebijakan Madya Setda Jateng 18 orang.
“Tujuan kegiatan ini menyiapkan pemimpin humanis dan responsif, dalam aspek geopolitik, pelayanan publik, maupun stabilitas keamanan daerah. Memperkuat nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik, serta mendaratkan Asta Cita di bumi Jawa Tengah,” paparnya.
Gubernur Lemhannas, TB Ace Hasan Sadzily menyampaikan, pihaknya mendukung atas kegiatan retret kali ini, sebagai upaya Gubernur Jawa Tengah dan seluruh jajarannya untuk bisa kompak dan solid dalam menyejahterakan masyarakat.
“Tentu harus memiliki persepsi sama tentang apa tantangan Provinsi Jawa Tengah, dan mencari solusi-solusi terbaik bagaimana memberikan pelayanan masyarakat,” tuturnya.
Maka, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia telah menyusun bersama dengan BPSDM, terkait materi yang akan diberikan selama satu minggu ke depan.
“Materi pokok dan paling utama pada hari pertama dan kedua akan diberikan pemahaman terkait geopolitik, wawasan kebangsaan, sehingga dari situ akan tercipta para birokrat yang memiliki karakter negarawan, mengedepankan kepentingan daerah dan kepentingan negara, sebagai upaya kita membangun kekompakan dan kolaborasi,” imbuhnya.
Selain itu, para OPD akan diberikan satu pemahaman utuh terkait Asta Cita sebagai bagian dari pemerintahan pusat, dan ini harus bisa dijalankan seluruh komponen di pemerintahan Provinsi Jawa Tengah
“Jadi, dengan kegiatan ini, kita harapkan pemerintahan Jateng di bawah kepemimpinan Bapak Ahmad Lutfi dan Taj Yasin Maimoen, bisa membawa berbagai kebijakan yang tagline-nya adalah Ngopeni dan Ngelakoni ini, bisa betul-betul meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah,” tandasnya. (Irfandy*/Wk/Ul, Diskominfo Jateng)







Komentar